Meskipun Polres Gunungkidul belum menetapkan Subandi sebagai tersangka, bukti kuat mengarah kepada pria tersebut. Elisa ditemukan warga sudah tak bernyawa di rumah kosong di Padukuhan Panggang 1, Giriharjo, Panggang pada Selasa (1/3). Diduga, Elisa mengalami kekerasan seksual sebelum meregang nyawa.
Subandi ditangkap polisi dua hari lalu. "Iya betul (telah ditangkap, red). Sekitar kemarin malam kalau ndak salah. Tapi tetap ditangani Polres Gunungkidul," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada Radar Jogja (11/3).
Elisa dilaporkan hilang dari rumah sejak Kamis (25/2). Waktu itu, korban pamit kepada nenek dan adiknya, Dwi Wahyu Sanjaya untuk belajar kelompok di Mojo, Desa Ngeposari, Semanu.
Polda DIJ, kata Hudit, sebatas mem-backup penyelidikan dan inafis. Proses hukumnya tetap ditangani Polres Gunungkidul.
Sedangkan Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda DIJ AKBP Djuhandhani mengatakan belum dapat menjelaskan terkait pelaku. "Pengungkapan tetap mengedepankan pembuktian, sehingga mengarah ke pelaku pembunuhan," jelasnya.
Subandi telah diserahkan ke Polres Gunungkidul. Polisi membutuhkan pencocokan DNA korban yang melekat di tubuh Subandi. Dugaan terhadap Subandi makin kuat karena ditemukan bercak darah di celana dan helm motor miliknya.
Subandi masih menyangkal sebagai pelaku pembunuhan. "Tapi dengan dukungan tim identifikasi Polda, masih bisa terdeteksi lemak darah yang masih melekat. Saat olah TKP juga ada kesesuaian sidik jari pelaku," jelasnya.
Kapolres Gunungkidul AKBP Hariyanto mengatakan masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Jika telah ditetapkan sebagai tersangka, akan diumumkan.
Dia tidak mau gegabah mengungkap kasus tersebut. "Sekarang masih dalam pendalaman petugas. Belum ada tersangka," kata Hariyanto. (riz/gun/iwa/ong) Editor : Administrator