Tanpa Kucuran Dana APBD Kulon Progo, Manunggal Fair 2026 Dikunjungi 100 Ribu Orang

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 05:06 WIB
BUKA: Bupati Kulon Progo membuka Manunggal Fair 2026 dengan pemotong pita di pintu masuk. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
BUKA: Bupati Kulon Progo membuka Manunggal Fair 2026 dengan pemotong pita di pintu masuk. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

 

 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo menepis isu Manunggal Fair 2026 sebagai sarana bancakan oleh beberapa pihak yang tak bertanggungjawab. Tepisan isu itu, diperkuat dengan penegasan tak adanya kucuran APBD Kulon Progo 2026 dalam penyelenggaraan Manunggal Fair.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Bambang Sutrisno menyampaikan, beberapa pihak yang tak bertanggung jawab menyebarkan beberapa rumor terkait penyelenggaraan Manunggal Fair 2026.

Pihak-pihak tersebut dinilai menyebarkan informasi yang salah. Terutama terkait bancakan anggaran yang terjadi selama Manunggal Fair.

Baca Juga: Kota Jogja Dibidik Jadi Percontohan Ekraf Nasional, Pemkot Jogja Dorong Gekrafs DIY Berperan Aktif 

"Kami pastikan rumor tersebut salah, kami juga menegaskan APBD tak dikucurkan dalam penyelenggaraan Manunggal Fair 2026," ucap Bambang, Jumat (2/10).

Pria yang akrab disapa Bamsut itu menyampaikan, penyelenggaraan manunggal fair didasarkan atas kontrak antara pemkab dengan BUMD Aneka Usaha. Dalam kontrak tersebut, terbentuk kesepakatan semua biaya ditanggung Aneka Usaha sebagai penyelenggara. Pemkab dipastikan tak memberikan kucuran anggaran pada penyelenggaraan tersebut.

Di sisi lain, Aneka Usaha memiliki kewajiban dan hak dalam penyelenggaraan. Aneka Usaha memiliki hak untuk merangkai kegiatan, termasuk mengatur lalu lintas transaksi. Lantaran, tak ada modal yang dikucurkan pemkab dalam Manunggal Fair 2026.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pungli Food Truck Bolosego Dianggap Tak Penuhi Unsur Pidana, Jogja Police Watch Khawati

Apabila terjadi insiden, seperti pembatalan kegiatan lomba merupakan tanggung jawab penyelenggara. Sejauh ini, insiden tersebut dirasa dapat ditangani oleh penyelenggara. Sehingga, masalah tak berkepanjangan. "Ada yang perlu diperbaiki, tapi acara berjalan lancar,' ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Aneka Usaha Muhammad Nastain membenarkan, penyelenggaraan Manunggal Fair tanpa biaya dari APBD. Kondisi itu membuat Aneka Usaha perlu mandiri dalam pengelolaan bisnis ataupun keuangan. Tentu keterbatasan anggaran membuat beberapa kegiatan perlu disesuaikan.

Namun, pihaknya memastikan Manunggal Fair 2026 tetap digelar secara meriah. "Per tujuh hari penyelenggaraan target pengunjung sudah terpenuhi, ada 100 ribu pengunjung yang hadir di Manunggal Fair," ungkapnya. (gas)

Editor : Heru Pratomo
BUMD Aneka Usaha Manunggal Fair Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Diskominfo 100 ribu