Gemilang Fest Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Publik, Literasi Tak Cukup Sekadar Baca Buku

Naila Nihayah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 01:23 WIB
Pemkab mengadakan Gemilang Fest 2026 di kantor Disperpusip, 7-10 September.
Pemkab mengadakan Gemilang Fest 2026 di kantor Disperpusip, 7-10 September.

 

 

 

MUNGKID - Pemkab Magelang mendorong perpustakaan tidak sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Melainkan berkembang sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkarya, hingga mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

 

Dorongan itu mengemuka pada gelaran Gebyar Multi Inspirasi Literasi Magelang (Gemilang Fest) 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Magelang, 7-10 September. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026.

 

Kepala Disperpusip Kabupaten Magelang Azis Amin Mujahidin mengatakan, Gemilang Fest menjadi sarana memperluas akses pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem literasi.

Baca Juga: Potensi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke DIY Sangat Kecil, Masyarakat Tetap Diminta Waspada

Festival itu menghadirkan pameran buku, expo Perpusdes, TBM, perguruan tinggi dan komunitas, gelar wicara, workshop, pementasan karya, serta apresiasi lomba perpustakaan.

 

Selain itu, ada pula penyerahan bantuan buku dan sarana perpustakaan desa. Azis menambahkan, gerakan literasi Magelang memiliki akar sejarah panjang, satu di antaranya tercermin dari manuskrip Merapi-Merbabu.

 

"Beberapa waktu terakhir, kita kembali melihat kekayaan pengetahuan yang dimiliki Kabupaten Magelang melalui penelusuran terhadap manuskrip Merapi-Merbabu," katanya.

 Baca Juga: Mantan Karyawan Little Aresha Ungkap: Anak Dibedong Hampir Seharian di Little Aresha

Menurut Azis, keberadaan manuskrip tersebut menunjukkan bahwa tradisi menyimpan dan mewariskan pengetahuan telah memiliki akar panjang di wilayah Magelang. Warisan itu menjadi bagian yang perlu dirawat sekaligus dikenalkan kembali kepada generasi sekarang dalam konteks yang sesuai dengan perkembangan zaman.

 

Dia berharap, Festival Literasi Kabupaten Magelang Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya membaca. Serta memperluas akses pengetahuan dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan literasi Kabupaten Magelang.

 

Gemilang Fest 2026 melibatkan pelajar, mahasiswa, akademisi, pustakawan, pegiat literasi, komunitas, hingga masyarakat umum. Kegiatan tidak hanya berpusat pada buku, tetapi juga menghadirkan berbagai ruang interaksi dan berbagi pengetahuan.

Baca Juga: Keracunan MBG, 45 Orang Ditangani Puskesmas Turi, Dua Siswa Dibawa ke RSUD Sleman 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai, makna literasi kini semakin luas. Masyarakat tidak cukup hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga harus mampu memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi secara kritis di tengah derasnya arus digital.

 

"Literasi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara cerdas, kritis, dan produktif," katanya.

 

Menurut dia, pengetahuan harus berujung pada keterampilan dan peningkatan kesejahteraan. Literasi digital, finansial, budaya, hingga sains dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi, meningkatkan produktivitas UMKM, mendukung sektor pertanian, dan membangun keluarga mandiri.

 Baca Juga: Dongkrak Kepercayaan Diri Bahasa Asing, Kampung Inggris Jogja Sediakan 25 Asrama Full English Area

Karena itu, dia meminta perpustakaan dihidupkan dengan kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya anak muda. Ruang perpustakaan dapat terhubung dengan ruang publik, gedung pertunjukan, maupun kegiatan komunitas.

 

"Jangan hanya jadi simbol. Kita dorong perpustakaan ini untuk mengisi ruang-ruang kosong yang ada di lingkungan Muntilan," lontarnya.

 

Grengseng juga mengajak seluruh perangkat daerah, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat terlibat dalam pengembangan literasi. (aya)

Editor : Heru Pratomo
gemilang fest Magelang pemkab perpustaakaan daerah Grengseng Pamuji