Wujudkan Rantai Bisnis Kopi yang Kuat Lewat ICBS 2026

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:24 WIB
Para tokoh dan tamu undangan saat berfoto bersama di pembukaan Indonesia Coffee Business Summit 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Sabtu (5/9/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja 
Para tokoh dan tamu undangan saat berfoto bersama di pembukaan Indonesia Coffee Business Summit 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Sabtu (5/9/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja 
 
BANTUL - Sejumlah pelaku bisnis kopi mengikuti Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Sabtu (5/9/2026). Pertemuan itu bertujuan untuk memperkuat rantai bisnis kopi di Indonesia.
 
Event Director of ICBS 2026 Eureka Bastian mengatakan tantangan industri kopi Indonesia hari ini tidak lagi sebatas bagaimana menghasilkan kopi berkualitas. Tapi menurutnya, saat ini tantangannya adalah bagaimana membangun rantai bisnis kopi yang berkelanjutan, inovatif, berdaya saing dan mampu menembus pasar global.
 
"Jadi Indonesia tidak hanya harus menjadi negara penghasil kopi. Tapi Indonesia harus mampu menjadi negara yang memiliki rantai bisnis kopi yang kuat," jelasnya. 
 
Eureka juga menjelaskan jika saat ini kopi merupakan sebuah ekosistem bisnis. Mulai dari petani dan single origin, proses pascapanen, pengolahan, roasting, distribusi, teknologi, coffee shop, hingga pengembangan brand dan ekspansi bisnis menjadi bagian dari rantai nilai yang perlu diperkuat secara bersama-sama.
 
Baca Juga: Industri Kopi di Jogja Kian Bergairah, Konsumen Mulai Melek Kualitas hingga Asal Beans
 
Oleh karena itu, Eureka ingin kopi di Indonesia tidak cukup hanya dikenal karena rasanya. Tapi juga perlu memastikan bahwa nilai ekonominya juga tumbuh di sepanjang rantai pasok, dari hulu hingga hilir, dan mampu menciptakan brand serta bisnis yang kompetitif di tingkat global.
 
Melalui pertemuan lintas sektor ini, Eureka berharap ICBS dapat membuka ruang untuk knowledge sharing (berbagi ilmu), business networking (menambah jejaring bisnis), collaboration (kolaborasi), investment (investasi), dan market expansion (ekspansi pasar) bagi pelaku industri kopi Indonesia. Karena itu pihaknya turut menghadirkan Kadin Indonesia dalam ICBS 2026.
 
Sementara, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa mengatakan bahwa sangat mendukung ICBS 2026. Kadin menilai hilirisasi terus berkembang dan ingin melihat bahwa teman-teman dari pengusaha Indonesia melakukan ekspor bahan yang sudah dikelola.
 
"Jadi bukan dalam bentuk green bean ya atau bahan baku," cetusnya.
 
Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Ditutup 6 September 2026 akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
 
Apalagi, lanjut Erwin, ICBS 2026 mengundang tamu-tamu dari luar negeri. Sehingga pelaku usaha kopi bisa mendorong para pelaku usaha, terutama UMKM.
 
"Untuk bisa melakukan hilirisasi, ya mengolah kopi-kopi terbaik Indonesia, kemudian diekspor dalam bentuk yang sudah jadi. Saya kira itu support dari Kadin Indonesia," bebernya.
 
Ke depan Erwin mengaku akan mencari mitra-mitra dagang, baik di Eropa hingga Amerika atau di berbagai negara yang tepat. Sedangkan dari Indonesia nantinya akan mengekspor kopi dalam bentuk jadi agar pengusaha kopi internasional bisa langsung mengolahnya sesuai kebutuhan.
 
"Kami (Indonesia) pengekspor kopi terbesar keempat di dunia. Karena itu kami harapkan bukan hanya jumlahnya, tetapi kualitas dan juga yang kita ekspor adalah kopi yang sudah diolah ya. Kopi yang sudah diolah seperti kopi-kopi siap jadi, jadi siap diolah di perusahaan-perusahaan kopi internasional," tandasnya. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
ICBS 2026 pelaku bisnis Kopi