JOGJA - Kekayaan warisan kuliner Nusantara yang terdokumentasi dalam buku Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia kembali dihidupkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Festival Mustika Rasa 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Kidul (Alkid), Jogjakarta, pada Sabtu (29/8/2026).
Helatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (30/8/2026) ini menghadirkan sekitar 100 stan, yang mayoritas diisi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kuliner.
Selain menyajikan aneka olahan pangan lokal, gelaran ini turut memfasilitasi bazar kriya dan busana, senam bersama, panggung hiburan, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan aksi donor darah.
Baca Juga: Nicolas Jackson Gabung Aston Villa dari Chelsea, Diproyeksikan Sebagai Pengganti Ollie Watkins
Walikota Jogja sekaligus Ketua Panitia Festival Mustika Rasa, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa buku panduan resep yang pertama kali diterbitkan pada 1967 tersebut memuat visi besar Presiden Soekarno terkait kemandirian pangan nasional.
"Buku Mustika Rasa ini luar biasa karena mendokumentasikan resep masakan dari Sumatera hingga Papua. Ini adalah warisan yang menunjukkan kekayaan sekaligus kemandirian pangan Indonesia," ujar Hasto di sela-sela pembukaan acara.
Hasto, yang juga berlatar belakang dokter, menilai resep-resep tradisional berbasis bahan lokal, seperti jagung, singkong, ikan, dan telur, sangat relevan dengan pemenuhan gizi seimbang saat ini.
Baca Juga: Carrick Konfirmasi Baleba Akan Absen Selama Beberapa Minggu, Ini Alasannya
Ia mendorong agar resep Nusantara terus disosialisasikan, salah satunya sebagai referensi dalam program penanganan stunting.
"Angka stunting di Jogja yang sebelumnya mencapai 14 persen berhasil turun menjadi 8 persen dalam waktu 1,5 tahun. Olahan pangan lokal bergizi ini bisa terus difungsikan untuk menunjang program penanganan stunting tersebut," lanjutnya.
Dukungan terhadap penguatan pangan lokal dan pergerakan ekonomi rakyat turut ditegaskan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata, Wiryanti Sukamdani.
Menurutnya, UMKM memegang peranan krusial karena menopang sekitar 62 persen perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Luis Enrique: Kami Pantas Mendapatkan Hasil Yang Lebih Baik
"Semua bahan pangan lokal pada dasarnya bergizi tinggi jika dikelola dengan tepat. Festival ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mereka," kata Wiryanti.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga sekaligus anggota DPR RI, My Esti Wijayati, menambahkan bahwa festival ini mengusung konsep hidup sehat yang seimbang antara asupan nutrisi dan aktivitas fisik.
Selain itu, panitia menyisipkan aksi sosial berupa penggalangan donasi untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Magelang Km 14,5, Dua Korban Terjepit Kabin Truk Dievakuasi Selamat
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh masyarakat setempat. Nurul Fajriah, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk mengikuti rangkaian acara.
"Acaranya seru dan lengkap. Selain bisa berburu kuliner dan ikut senam, saya juga sempat memanfaatkan fasilitas cek gula darah dan kolesterol gratis," tuturnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva