JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi di bidang komunikasi korporasi dengan meraih penghargaan Top Sustainability Communication by Energy & Infrastructure dalam ajang JawaPos.com Digital Excellence Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pertamina membangun komunikasi digital yang mendukung isu keberlanjutan dan ketahanan energi.
Penghargaan diterima oleh Senior Officer Media Communication PT Pertamina (Persero), Intania Prionggo, yang diserahkan langsung oleh CEO JawaPos.com, Dhimas Ginanjar, dalam seremoni penghargaan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat strategi komunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku masyarakat.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya menuntut perusahaan menghadirkan inovasi dalam bisnis, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara cepat, transparan, dan mudah dipahami oleh publik.
Baca Juga: Lawan Polda hingga Kejati DIY, Reno Candra Sangaji Tempuh Jalur Praperadilan
"Bagi Pertamina, penghargaan ini menjadi penguatan tekad bahwa komunikasi perusahaan harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat," ujar Baron.
Perkuat Edukasi Soal Energi dan Keberlanjutan
Baron menjelaskan, penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa komunikasi perusahaan tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman publik mengenai berbagai program strategis, seperti ketahanan energi nasional, transisi energi, hingga inisiatif keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.
Selain itu, Pertamina terus memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan interaksi dengan para pemangku kepentingan.
"Bagi Pertamina, platform digital menjadi bagian penting dalam menyampaikan berbagai inisiatif perusahaan, mulai dari transisi energi, program keberlanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat," jelasnya.
Didorong Terus Berinovasi
Pertamina juga menilai ajang JawaPos.com Digital Excellence Award memiliki peran penting dalam mendorong perusahaan untuk terus berinovasi di bidang komunikasi digital.
Melalui penghargaan tersebut, perusahaan diharapkan semakin terdorong untuk menghadirkan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Pertamina berharap ajang ini terus menjadi wadah berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, media, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem digital nasional yang lebih kuat.
Penghargaan Berdasarkan Penilaian Publik
Sementara itu, CEO JawaPos.com, Dhimas Ginanjar, mengatakan Digital Excellence Award 2026 digelar sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan, institusi, dan organisasi yang mampu menghadirkan inovasi digital serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga: Kades Sambeng Kabupaten Magelang Resmi Diberhentikan, Warga Bersyukur Ada Kepastian
"Sudah saatnya kita menghadirkan sebuah penghargaan untuk memberikan penghormatan kepada perusahaan, institusi, dan organisasi yang terus beradaptasi, berinovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Direktur PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menambahkan bahwa proses penentuan pemenang dilakukan melalui survei independen terhadap sekitar 19.000 responden yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, penghargaan tidak ditentukan oleh dewan juri, melainkan berdasarkan persepsi dan penilaian langsung dari masyarakat melalui metode survei tertutup.
Pada penyelenggaraan tahun ini, JawaPos.com Digital Excellence Award 2026 menghadirkan 30 kategori penghargaan bagi perusahaan dan institusi dari berbagai sektor sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi digital dan tata kelola yang adaptif di Indonesia.
Editor : Bahana.