JLFR Bulan Ini Bakal Disambut Pasukan Bersepeda di Pintu Masuk Malioboro Jogja

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 21:53 WIB
Event unik di setiap Jumat minggu terakhir, Jogja Last Friday Ride (JLFR ) saat melintasi kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Jogja. (Kolase/Berbagai Sumber)
Event unik di setiap Jumat minggu terakhir, Jogja Last Friday Ride (JLFR ) saat melintasi kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Jogja. (Kolase/Berbagai Sumber)

 

JOGJA - Skema pengaman unik bakal diterapkan dalam gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR) pada Jumat (31/7) mendatang. Pasukan bersepeda diterjunkan untuk menyambut para pesepeda masuk ke kawasan Malioboro.

Kasat Lantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat mengatakan, pasukan bersepeda itu merupakan gabungan dari berbagai instansi. Meliputi personel kepolisian, dinas perhubungan, dan Satpol PP. Rencananya, pasukan bersepeda akan menyambut dan membersamai rombongan pesepeda mulai dari pintu masuk Malioboro di sisi utara.

Mengenai jumlah pasti personel pasukan bersepeda yang akan diterjunkan, Alvian menyebut jumlah detailnya masih dalam tahap pembahasan teknis bersama jajarannya dan Pemkot Jogja.

Namun ia berharap kehadiran pasukan bersepeda mampu menjaga keselarasan antara peserta kegiatan, pejalan kaki, dan armada transportasi publik. Mengingat kegiatan akan berlangsung bersamaan dengan penerapan Car Free Night (CFN) di Malioboro. 

"Kami akan menghimbau kepada saudara-saudara kita, adik-adik kita, mas-mas ataupun mbak-mbak untuk tetap berbagi jalan. Karena CFN itu tujuannya memberi tempat juga untuk para pejalan kaki,” ujar Alvian lewat sambungan telepon, Senin (27/7).

Baca Juga: Usai Polemik JLFR, Akademisi, Dinas hingga Komunitas Dorong Forum Tetap dan Penataan Ruang Publik Jogja

Terkait skema pengaturan lalu lintas, perwira polisi dengan tiga balok di pundak itu menyatakan akan seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya. Petugas polisi akan ditempatkan pada titik-titik krusial lalu lintas, seperti simpang-simpang jalan dan jantung kota.

Namun khusus di sepanjang Jalan Malioboro, polisi nantinya akan mengarahkan para pesepeda menggunakan jalur sisi kanan atau barat Jalan Malioboro. Sementara sisi kiri jalan tetap dialokasikan bagi para pejalan kaki dan lalu lalang Bus Trans Jogja yang tetap beroperasi secara normal.

Alvian memastikan, pihaknya tidak akan memasang pembatas jalan fisik di sepanjang Malioboro. Langkah ini diambil guna menjaga kesetaraan hak seluruh pengguna jalan.

 "Kalau pakai pembatas seolah-olah memprioritaskan salah satu. Semua memiliki hak yang sama, baik pejalan kaki maupun pesepeda. Yang paling utama adalah rasa saling menghormati antar pengguna jalan," jelasnya.

Baca Juga: Dishub DIY Tegaskan JLFR Boleh Lintasi Malioboro, Sultan HB X Luruskan Konsep Pedestrian

Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot akan menerjunkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membersamai peserta JLFR. Terkhusus OPD yang berkaitan dengan lalu lintas serta pengelolaan Malioboro seperti dinas perhubungan dan dinas kebudayaan.

Hasto memastikan, pada gelaran JLFR akses menuju Malioboro tetap dibuka dari segala arah tanpa ada pengalihan arus. Para peserta kegiatan tetap dapat masuk dari arah Bantul, Kulon Progo, maupun Sleman. “Intinya itu (Malioboro) terbuka,” ucap Hasto.

Sebagai informasi, gelaran JLFR yang rutin diselenggarakan setiap hari Jumat di akhir bulan sempat menimbulkan polemik. Lantaran ada larangan pesepeda masuk ke kawasan Malioboro yang terjadi pada 26 Juni 2026 atau JLFR ke-194. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Jogja Last Friday JLFR Dinas Perhubungan Car Free Night Malioboro