MAGELANG - Sebanyak 211 anak dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Magelang mengikuti lomba bertajuk Pekan Unggul Seni, Pidato, dan Talenta atau Puspita di Gedung Wanita, Kamis (16/7). Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai integritas kepada anak sejak dini melalui pendekatan seni dan kreativitas.
Ajang tersebut diinisiasi Inspektorat Daerah Kota Magelang bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB), serta Forum Anak Obor Masyarakat (OBAMA). Selain memperingati Hari Anak Nasional (HAN), kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kampanye antikorupsi di tingkat daerah.
Ratusan peserta mengikuti berbagai kategori lomba. Mulai dari mewarnai untuk tingkat taman kanak-kanak, menggambar untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama, melukis mini kanvas, hingga lomba sesorah atau pidato untuk pelajar sekolah menengah atas.
Plh Inspektur Daerah Kota Magelang Indah Sri Palupi mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar kompetisi. Tetapi menjadi media pembelajaran nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Menurutnya, pendekatan kreatif melalui seni dinilai lebih mudah diterima anak-anak dibandingkan metode pembelajaran yang bersifat formal. Dengan cara tersebut, pesan tentang integritas diharapkan dapat lebih melekat dalam keseharian mereka.
"Anak-anak diajak memahami nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak dini, sehingga terbentuk karakter yang kuat," bebernya.
Dia mengatakan, upaya menanamkan nilai integritas sejak usia dini dinilai penting di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Indah melihat, pendidikan karakter sebagai fondasi untuk mencegah praktik-praktik menyimpang di masa depan, termasuk perilaku koruptif.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan, kejujuran menjadi aspek mendasar dalam pembentukan karakter manusia. Dia menilai, nilai tersebut tidak bisa muncul secara instan, tetapi perlu dibangun melalui proses edukasi yang berkelanjutan.
"Kejujuran adalah fondasi utama. Tanpa itu, sulit membangun pribadi yang utuh," katanya.
Dia juga mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum peringatan semata, melainkan terus dikembangkan dengan konsep yang lebih variatif.
Menurutnya, kompetisi yang melibatkan kreativitas anak dapat menjadi ruang efektif untuk menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus membangun karakter. (aya)
Editor : Heru Pratomo