Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prambanan Jazz Festival Sediakan Fasilitas Ramah Disabilitas

Delima Purnamasari • Senin, 6 Juli 2026 | 13:06 WIB
Delima Purnamasari/Radar Jogja - Prambanan Jazz Festival 2026
Delima Purnamasari/Radar Jogja - Prambanan Jazz Festival 2026

SLEMAN - Prambanan Jazz Festival kembali digelar di Pelataran Candi Prambanan pada Jumat (3/7) hingga Minggu (5/7). Pada tahun ke-12 ini Prambanan Jazz mengusung tema besar Celebrate The Joy. Sesuai dengan semangatnya untuk merayakan kebahagiaan, festival ini konsisten untuk menyediakan fasilitas ramah disabilitas. Lingkungan yang inklusif ini memungkinkan penyandang disabilitas bisa turut menikmati hiburan dengan nyaman dan aman. 

Salah satu yang memanfaatkannya adalah Nurhayati. Perempuan asal Bandung ini mengaku sudah dua tahun berturut-turut datang ke Prambanan Jazz Festival. Meski menggunakan kursi roda, dia mengaku tidak ada hambatan dalam menonton. Lantaran panitia menyediakan tempat khusus berupa panggung yang memungkinkannya untuk menonton dengan nyaman. 

"Aku nonton full tiga hari. Pengen nonton Java Jive sama Michael Learns To Rock," katanya ditemui di lokasi, Minggu (5/7). 

Dia menjelaskan, tempat tersebut juga bisa diakses oleh pendampingnya tanpa perlu membeli tiket VIP. Pendampinya bisa duduk nyaman di kursi sehingga dia tidak merasa sendiri. Penyelenggara tidak hanya menyediakan tempat menonton, tetapi juga ada petugas yang sigap menolong untuk membantu mendorong kursi roda. 

"Fasilitas disabilitasya bagus. Pokoknya semua udah oke banget. Saya juga bisa pakai toilet VIP dan bersih," katanya. 

Baca Juga: Momen Haru, 30 Mahasiswa UGM Disambut Adat Manggarai di KKN Menyapa Komodo 2026, 50 Hari Berbakti untuk Desa

Sebagai penyuka musik, dia sebut tidak semua konser bisa menyediakan fasilitas semacam ini. Apalagi tempatnya juga memungkinkan dia untuk bisa mendapatkan sudut pandang dari panggung dengan sangat baik. 

"Kemarin bahkan sempet nonton pindah panggung juga dan itu ternyata memungkinkan," ujarnya. 

Hal senada diungkapkan oleh pengguna kursi roda yang lain, Zubaidah. Perempuan asal Kudus ini baru pertama kali menonton konser dan kagum dengan fasilitas yang ramah disabilitas. Sejak pintu masuk hingga menuju tempat duduk khusus ini ada panitia yang membantu mendorongkan kursi rodanya. 

"Enggak expect kalau dapat tempat di atas ada kursinya. Padahal beli festival ternyata oke banget," katanya. 

Asalan utamanya datang menonton adalah untuk melihat penampilan dari Tulus dan The Rose. Kedua musisi tersebut adalah favoritnya karena memiliki lagu dengan lirik penuh makna. 

"Ketika tahu ada The Rose langsung beli tiket buat nonton. Impulsif pokoknya. Apalagi waktu tahu kalau ramah disabilitas. Insyaallah nonton lagi tahun depan," ujarnya. 

Sementara itu, CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi menjelaskan, acara ini memang diibaratkan sebagai rumah untuk pulang dan harus dirayakan sebesar-besarnya. Dia sebut Prambanan Jazz Festival juga bukan hanya sebuah festival musik, tetapi sebuah festival yang dapat dinikmati oleh semuanya. 

"Itulah semangat yang kami usung melalui tema Celebrate The Joy," ujar Anas. 

Baca Juga: 80 Personel SAR Gabungan Dikerahkan, Cari Korban Laka Laut di Pantai Goa Cemara

Pada hari terakhir festival ini masih ada rentetan musisi nasional dan internasional yang tampil. Di antaranya, The Rose, KLA Project, Tulus, hingga Henry Moodie. Para penonton masih memadati hari terakhir Prambanan Jazz Festival ini dan menikmati alunan lagu yang dimainkan. (del)

Editor : Bahana.
#Prambanan jazz #Sleman