Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Resmi Dibuka! Pasar Kangen TBY 2026 Hadirkan 300 Tenan Sepekan ke Depan, Ramaikan Nostalgia dan Ekonomi Rakyat

Fahmi Fahriza • Senin, 22 Juni 2026 | 19:45 WIB
HARI PERTAMA: Suasana pembukaan Pasar Kangen Jogja 2026 yang mengusung tema "Ana Upaya Ana Upa" di kompleks TBY, Senin (22/6/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 
HARI PERTAMA: Suasana pembukaan Pasar Kangen Jogja 2026 yang mengusung tema "Ana Upaya Ana Upa" di kompleks TBY, Senin (22/6/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA  

JOGJA - Pasar Kangen bertajuk Ana Upaya Ana Upa di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) 2026 resmi dibuka Senin (22/6/2026). Sebanyak 300 tenan terlibat selama sepekan berlangsungnya even tahunan ini.

Terdiri atas 165 tenan kuliner dan 135 tenant kerajinan, barang antik, dan jasa. Mereka terpilih melalui proses kurasi dari total 687 pendaftar.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam (PA) X mengatakan, Pasar Kangen bukan sekadar menghadirkan kembali benda-benda masa lalu. Tetapi penting untuk menjadi ruang merefleksikan nilai-nilai yang pernah hidup di tengah masyarakat.

"Di Pasar Kangen ini mari perluas kerinduan kita ke masa lalu bukan semata pada benda-benda lawasnya, tapi juga menyentuh aspek nilai-nilai yang pernah hidup di dalamnya. Seperti kedekatan, kesederhanaan, gotong royong, dan rasa kebersamaan," ujarnya saat pembukaan.

Baca Juga: Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Tapa Pepe di Titik Nol Jogja, Tuntut Evaluasi MBG, KDMP, dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil

PA X menjelaskan, masyarakat membutuhkan kemampuan untuk bergerak maju tanpa kehilangan akar budayanya. Esensi Pasar Kangen dianggap sebagai pelajaran pengalaman masa lalu untuk menghadapi kehidupan masa kini dan mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menuturkan, Pasar Kangen tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ruang nostalgia, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.

"Pasar Kangen TBY ini ruang di mana kita merayakan kekayaan warisan budaya, kuliner, kerajinan, barang antik, kesenian dan tradisi lokal. Jadi tidak sekadar jadi media nostalgia, tapi juga sarana edukasi, pelestarian, dan regenerasi nilai-nilai kearifan lokal," katanya.

Selain aktivitas jual beli, kegiatan yang berlangsung hingga 28 Juni mendatang itu juga dimeriahkan panggung seni yang melibatkan 19 grup kesenian dengan sekitar 380 pelaku seni.

Baca Juga: Jaga Listrik Tetap Menyala, Kisah Rejo Handoyo Teknisi PLTMH Kedungrong Kulon Progo

Berbagai pertunjukan mulai dari musik tradisional, tari, ketoprak hingga wayang kulit dijadwalkan tampil setiap hari.

Di antara ratusan tenan yang berpartisipasi, Doni, penjual apem dan kue cucur asal kawasan Pasar Ngasem menjadi salah satu peserta yang telah mengikuti Pasar Kangen selama hampir dua dekade.

Ia mengaku rutin mengikuti Pasar Kangen sejak 2007 dan tidak pernah absen meski lokasi penyelenggaraan beberapa kali berpindah.

"Kita jaga makanan tradisional, terutama untuk rasa. Biar anak muda itu tahu makanan tradisional, enggak cuma makan kekinian," ujarnya.

Baca Juga: Warga Padukuhan Kedungrong Kulon Progo Tak Khawatir Fenomena Byar-pet, Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Menurutnya, minat generasi muda terhadap makanan tradisional mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu juga terlihat dari banyaknya pengunjung muda yang datang ke lapaknya untuk mencicipi apem maupun kue cucur.

"Sudah senang banget kalau anak muda mau coba makanan tradisional. Oh ini toh namanya apem, oh rasanya gini. Oh ini cucur, oh rasanya gini," jelasnya.

Selama Pasar Kangen berlangsung, Doni menjual apem dan cucur dengan harga Rp 4.000 per buah. Ia menyebut pada hari-hari ramai jumlah penjualan bisa mencapai sekitar seribu item dalam sehari.

Baca Juga: Mahasiswa Tapa Pepe di Titik Nol Kilometer, Tuntut Evaluasi Program MBG-KDMP dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil

Meski demikian, ia berharap durasi penyelenggaraan dapat diperpanjang. Sebab pelaksanaan selama tujuh hari masih dirasa singkat dibanding beberapa edisi sebelumnya yang pernah berlangsung hingga 10 hari.

"Semoga lebih meriah lagi dan semakin banyak anak muda yang datang melihat Pasar Kangen," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pasar kangen 2026 #panggung seni #TBY #paku alam x #kuliner tradisional