SLEMAN – Festival seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia, ARTJOG 2026, akan kembali digelar mulai 19 Juni hingga 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta.
Mengusung tema Ars Longa: Generatio, festival tahun ini menekankan dialog dan praktik lintas generasi sebagai bagian dari trilogi Ars Longa yang lebih panjang.
Farah Wardani ditunjuk sebagai kurator untuk periode 2026–2028.
Tema besar Ars Longa Trilogia terinspirasi dari pepatah klasik “Ars longa, vita brevis” (seni itu panjang, hidup itu singkat), yang menegaskan peran seni sebagai elemen kehidupan yang terus relevan di tengah perubahan sosial, budaya, dan politik.
Baca Juga: Mengintip Tantangan ASN Digital 2026: Dari Urusan Keamanan Akun hingga Target Efisiensi Birokrasi
Untuk mewujudkan tema Generatio, ARTJOG mengundang Roby Dwi Antono sebagai seniman komisi.
Karyanya akan menghiasi fasad bangunan, disertai serangkaian patung dan instalasi ruang imersif.
Festival ini akan memamerkan karya dari 25 seniman undangan (individu maupun kelompok) dan 19 seniman muda berusia maksimal 35 tahun hasil seleksi terbuka.
Khusus untuk generasi muda, 52 seniman anak-anak dan remaja (usia 6-15 tahun) akan tampil dalam program ARTJOG Kids.
Baca Juga: Dony Oskaria Sebut Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berdampak Inflansi
Tema Ars Longa: Generatio diwujudkan melalui dua pendekatan utama, Dialogus: Menghadirkan dialog antargenerasi melalui karya kolaboratif, dan Practica: Menampilkan praktik seni individu yang mencerminkan isu, wacana, dan semangat zaman generasi terkini.
Bersamaan dengan ARTJOG, digelar Chapter Jogja edisi kedua, art fair kolaboratif yang melibatkan galeri regional, internasional, serta komunitas seni. Program ini diharapkan semakin memantapkan JNM sebagai pusat seni dan budaya sekaligus mendorong ekosistem seni yang berkelanjutan.
Festival ini juga menjadi bagian dari Jogja Art Weeks (JAW) yang berkolaborasi dengan Festicity dari Forum Jogja Festival, memperkuat jaringan berbagai kegiatan seni di Yogyakarta dan sekitarnya selama periode ARTJOG.
Program Unggulan yang Tak Boleh Dilewatkan
LoveARTJOG: Memberdayakan praktisi seni difabel bekerja sama dengan Tab Space (Bandung). Program ini juga menyertakan pelatihan bagi pelajar SD-SMA untuk mendampingi kawan difabel selama pameran, mendukung ekosistem seni yang inklusif.
The Others Lab by TACO Laminate Indonesia bekerja sama dengan Studio Banda (Bali): Mengajak publik mendiskusikan isu lingkungan melalui eksperimen desain dan material.
Performa ARTJOG menghadirkan penampilan Violet Indigo dan Watchdog (Prancis), kolaborasi Monica Lim (Australia), Patrick Hartono (Vietnam/Indonesia), Morgan May (Australia) dengan Serenata Choir ISI Yogyakarta, serta Australian Art Orchestra. Pertunjukan spesial “Daughters of the Sea” (Artistique Théâtre, Prancis) dan “Ma ‘Bua’” karya Densiel Lebang juga siap memukau penonton setiap akhir pekan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin