Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inklusi Tinggi tapi Literasi Rendah, LPS Sebut Gen Z dan Milenial Rentan Terjebak Risiko Pinjol

Heru Pratomo • Kamis, 21 Mei 2026 | 19:19 WIB
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution

 

 

JOGJA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kelompok Gen Z, post-Gen Z, hingga milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 2013 hampir 68 persen populasi Indonesia. Data juga menunjukkan sekitar 60 persen di antaranya adalah pengguna pinjaman online yang hanya digunakan untuk kegiatan kurang produsktif.

“Artinya anak muda secara inklusi keuangan sudah paham, tahu mengakses uang tapi untuk tingkat literasi masih perlu digenjot,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Rabu (21/5).

Menurut dia, dari data sebagian besar penggunaan pinjol tersebut bukan untuk kebutuhan produktif, melainkan konsumsi gaya hidup. Bahkan ada untuk aktivitas judi online.

Baca Juga: Iqbal Firmansyah,  Lulusan SMK Ini Ciptakan Animatronik Bernilai Ratusan Juta; Modal Nekat dan Otodidak, Kini Banjir Order hingga Malaysia

“Akses keuangan sudah sangat mudah, tetapi pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, masih perlu diperkuat agar tidak terjebak dalam risiko,” kata Farid.

Data juga menunjukkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai sekitar 80 persen. Namun di sisi lain, tingkat literasi keuangan masih tertinggal jauh. Secara global, Indonesia bahkan berada di peringkat 68 dari 81 negara dalam hal literasi keuangan. Kesenjangan inilah yang menjadi akar persoalan.

Hal itulah yang mendorong LPS menggelar Jogja Finansial Festival 2026 (JFF 2026) 22-23 Mei 2026. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda mengenai pentingnya literasi keuangan.

Baca Juga: Dua Geng Pelajar di Jogja Aktif Rekrut Anggota, Wali Kota Hasto Wardoyo Kantongi Identitas, Sebut karena Pengaruh Alumni

JFF 2026 ini berbeda dengan seminar atau event sejenis lainnya  yang cenderung kaku dan membosankan. “Festival ini akan memadukan edukasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan,” ujarnya.

Festival ini juga lebih menarik dengan kehadiran para pemimpin industri keuangan terkemuka. Para ahli ini akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang berbagai topik, mulai dari investasi, perencanaan keuangan, hingga pengelolaan risiko.

Akan hadir juga para pemimpin dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yaitu Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. “Nanti  peserta akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para tokoh inspiratif tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Meski Masih Punya Kontrak hingga Tahun Depan, Yusaku Yamadera Belum Pastikan Masa Depannya di PSIM Jogja

Tidak hanya edukasi dan informasi, JFF 2026 juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan hiburan yang menarik. Salah satu yang paling dinantikan adalah pertunjukan music dari para musisi dan  band terkemuka seperti Juicy Lucy, Ndarboy Genk, Happy Asmara dan Ari Lasso, serta comedy show yang akan menampilkan para komedian ternama tanah air.

Sebagai bagian dari rangkaian acara JFF 2026, akan diadakan Jogja Run D-City (JRDC 2026) pada tanggal 24 Mei 2026, sebuah event lari yang akan melintasi jalan-jalan ikonik di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk berolahraga dan menjaga kesehatan, tak sekadar lomba lari biasa, ajang ini menawarkan pengalaman unik dengan rute yang melewati berbagai ikon Kota Jogja. “Dan yang lebih penting seluruh hasil penjualan tiket JRDC 2026 akan disumbangkan untuk beasiswa,” tegas Farid.

Editor : Heru Pratomo
#jogja financial festival 2026 #farid azhar nasution #anggito abimanyu #UGM #lps