JOGJA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kelompok Gen Z, post-Gen Z, hingga milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 2013 hampir 68 persen populasi Indonesia. Data juga menunjukkan sekitar 60 persen di antaranya adalah pengguna pinjaman online yang hanya digunakan untuk kegiatan kurang produsktif.
“Artinya anak muda secara inklusi keuangan sudah paham, tahu mengakses uang tapi untuk tingkat literasi masih perlu digenjot,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Rabu (21/5).
Menurut dia, dari data sebagian besar penggunaan pinjol tersebut bukan untuk kebutuhan produktif, melainkan konsumsi gaya hidup. Bahkan ada untuk aktivitas judi online.
“Akses keuangan sudah sangat mudah, tetapi pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, masih perlu diperkuat agar tidak terjebak dalam risiko,” kata Farid.
Data juga menunjukkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai sekitar 80 persen. Namun di sisi lain, tingkat literasi keuangan masih tertinggal jauh. Secara global, Indonesia bahkan berada di peringkat 68 dari 81 negara dalam hal literasi keuangan. Kesenjangan inilah yang menjadi akar persoalan.
Hal itulah yang mendorong LPS menggelar Jogja Finansial Festival 2026 (JFF 2026) 22-23 Mei 2026. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda mengenai pentingnya literasi keuangan.
JFF 2026 ini berbeda dengan seminar atau event sejenis lainnya yang cenderung kaku dan membosankan. “Festival ini akan memadukan edukasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan,” ujarnya.
Festival ini juga lebih menarik dengan kehadiran para pemimpin industri keuangan terkemuka. Para ahli ini akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang berbagai topik, mulai dari investasi, perencanaan keuangan, hingga pengelolaan risiko.
Akan hadir juga para pemimpin dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yaitu Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. “Nanti peserta akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para tokoh inspiratif tersebut,” jelasnya.
Tidak hanya edukasi dan informasi, JFF 2026 juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan hiburan yang menarik. Salah satu yang paling dinantikan adalah pertunjukan music dari para musisi dan band terkemuka seperti Juicy Lucy, Ndarboy Genk, Happy Asmara dan Ari Lasso, serta comedy show yang akan menampilkan para komedian ternama tanah air.
Sebagai bagian dari rangkaian acara JFF 2026, akan diadakan Jogja Run D-City (JRDC 2026) pada tanggal 24 Mei 2026, sebuah event lari yang akan melintasi jalan-jalan ikonik di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk berolahraga dan menjaga kesehatan, tak sekadar lomba lari biasa, ajang ini menawarkan pengalaman unik dengan rute yang melewati berbagai ikon Kota Jogja. “Dan yang lebih penting seluruh hasil penjualan tiket JRDC 2026 akan disumbangkan untuk beasiswa,” tegas Farid.
Editor : Heru Pratomo