Road to MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan di Sepanjang Jalur Maraton
Delima Purnamasari• Senin, 11 Mei 2026 | 17:50 WIB
Region CEO Bank Mandiri Region VII Jawa 2 Iwan Tri Imawan saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIJ di Kepatihan berkaitan MJM 2026. (Dokumentasi Bank Mandiri)
SLEMAN - Bank Mandiri terus memperkuat keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon (MJM) pada 21 Juni 2026. Hal ini dilakukan melalui rangkaian sosialisasi perizinan rute di sepanjang jalur lomba. Terbaru, Sosialisasi ini dihadiri oleh Vice President / Corporate Event Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Fauziah Ulfah; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta; Camat Prambanan Klaten, Rasidi, serta pemangku kepentingan terkait Senin (11/5). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memastikan pelaksanaan MJM 2026 berjalan optimal sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan Road to MJM 2026, Bank Mandiri tidak hanya memastikan kesiapan pelaksanaan acara berjalan lancar. Namun, mempertegas komitmen perseroan dalam menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Inisiatif menggandeng masyarakat di sepanjang jalur Mandiri Jogja Marathon sendiri telah dilakukan secara konsisten dalam setiap tahunnya. Hal ini sebagai bagian dari upaya membangun keterlibatan dan rasa memiliki masyarakat terhadap perhelatan tersebut.
"Sejak awal kami aktif melakukan sosialisasi sekaligus menghadirkan program-program sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sepanjang rute lari,” ujar Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Iwan Tri Imawan dalam keterangan resminya Senin (11/5).
Sosialisasi pelaksanaan MJM 2026 dilakukan di sejumlah rute wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten. Di Kabupaten Sleman, kegiatan menjangkau wilayah Kapanewon Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, hingga Prambanan Sleman. Sementara di Kabupaten Klaten, sosialisasi dilakukan di wilayah Prambanan Klaten. Adapun desa dan kelurahan yang menjadi bagian dari sosialisasi tersebut antara lain Wukirsari, Argomulyo, Wedomartani, Widodomartani, Umbulmartani, Bimomartani, Tamanmartani, Tirtomartani, Selomartani, Purwomartani, Bokoharjo, Bugisan, Kokosan, dan Tlogo.
Sejalan dengan kegiatan sosialisasi tersebut, Bank Mandiri juga menggulirkan berbagai program TJSL melalui inisiatif Mandiri Sahabat Desa dan Mandiri Bakti Kesehatan. Program tersebut difokuskan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat budaya di Yogyakarta.
Melalui Mandiri Sahabat Desa, perseroan akan melaksanakan beragam kegiatan sosial dan ekonomi di 28 desa sepanjang rute MJM 2026 dan kawasan Prambanan. Program yang dijalankan meliputi perbaikan jalan desa, pembuatan batas desa, aksi bersih lingkungan, hingga penyaluran 2.800 paket sembako melalui program Mandiri Berbagi.
Bank Mandiri juga secara konsisten menghadirkan bantuan sosial dan kegiatan sosialisasi di setiap penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon. Hal ini sebagai bentuk komitmen mengajak masyarakat setempat menjadi bagian dari perhelatan MJM. Langkah ini dilakukan agar dampak ekonomi dan sosial dari penyelenggaraan maraton dapat dirasakan lebih luas oleh ekosistem sekitar lokasi MJM. Sekaligus memperkuat positioning MJM bukan hanya sebagai ajang olahraga, melainkan ekosistem kolaboratif yang tumbuh bersama komunitas, budaya, dan ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga menghadirkan program literasi keuangan digital dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM desa melalui UMKM Festival. Hal ini guna mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat serta memperluas inklusi keuangan di wilayah pedesaan.
Selain menyasar masyarakat desa, Bank Mandiri kembali menghadirkan Mandiri Bakti Kesehatan yang ditujukan bagi para abdi dalem di Pura Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Program tersebut meliputi layanan Mini General Check Up (Mini GCU) bagi ribuan abdi dalem serta khitanan massal bagi anak-anak di sekitar Prambanan dan keluarga abdi dalem.
“Kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon tidak hanya meninggalkan pengalaman berkesan bagi para pelari, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan komunitas lokal secara berkelanjutan,” pungkas Iwan. (del)