Workshop Hospital Branding Strategy hari terakhir telah dilaksanakan secara hybrid di Ballroom Mustika Yogyakarta Resort dan platform Zoom meeting pada Minggu (12/04/2026).
Workshop hari terakhir berjalan dengan interaktif dan lancar yang diawali pemaparan oleh Dr. dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV,SubspVE(K).,FIATCVS. ketua kegiatan, dosen Universitas Airlangga, dan Staf Rumah Sakit Universitas Airlangga dengan topik Digital Branding: Membangun Kepercayaan Dengan Centang Biru, dilanjutkan pemaparan materi oleh Syamsul Qomar, S.Ikom. founder & CEO Agendakota.id dengan 2 topik yaitu Membangun Brand Rumah Sakit yang Kompetitif, Berbasis Experience dan Siap Medical Tourism serta topik lainnya yaitu Storytelling Institusi dan Konsistensi Branding Rumah Sakit serta ditutup dengan tanya jawab dan diskusi.
Adapun ringkasan dari workshop hari terakhir sesi pertama dan kedua yaitu digital branding dan hospital branding menekankan bahwa kepercayaan adalah faktor utama dalam menarik dan mempertahankan audiens atau pasien, yang dibangun melalui kombinasi kehadiran digital yang kuat, pengalaman yang konsisten, komunikasi yang empatik, serta identitas merek yang jelas dan terintegrasi di seluruh touchpoint.
Di era modern, kualitas layanan saja tidak cukup; persepsi, pengalaman emosional, dan storytelling yang humanis menjadi kunci dalam membentuk hubungan yang bermakna.
Oleh karena itu, strategi branding yang efektif harus mampu menggabungkan kompetensi, komunikasi, konsistensi, serta narasi yang menyentuh emosi untuk menciptakan kredibilitas, loyalitas, dan daya saing yang berkelanjutan. Kemudian dilanjutkan dengan mini practice terkait AI Hospital Brand Plan Builder bagi para peserta workshop.
Selanjutnya, workshop sesi ketiga ditutup dengan pemaparan oleh Ari Anjani. marketing strategis Medical Tourism Indonesiadengan topik Medical Tourism Indonesia App serta ditutup dengan tanya jawab dan diskusi. Adapun ringkasan dari workshop sesi ketiga yaitu pengenalan layanan dan Medical Tourism Indonesia apps untuk menunjang branding rumah sakit.
Kegiatan International Community Development Program (ICDP) 2026 ini didukung penuh oleh Kemdiktisaintek, LPDP, Universitas Airlangga, WUACD Unair, dan Medical Tourism Indonesia. Menurut, dokter Niko Azhari kegiatan ICDP 2026 akan dilanjutkan Workshop Series dan kegiatan Visit and Discussion on Community Services in Health Tourism pada bulan Juni yang diselanggarakan di Bali.
Selain itu, rangkaian kegiatan ICDP 2026 ini disambut antusias oleh dosen, marketing rumah sakit, mahasiswa, dokter, tenaga kesehatan, komunitas, dan industri pariwisata serta diharapkan menjadi pijakan bagi diskursus yang lebih komprehensif mengenai potensi Health Tourism di Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti dan update terbaru terkait kegiatan ICDP 2026 dapat mengakses https://healthtourism.id/.
Editor : Bahana.