MUNGKID - Rangkaian haflah At-Tasyakkur wal Ikhtitam ke-83 Asrama Perguruan Islam (API) Ponpes Salaf Tegalrejo, berdampak pada pengalihan arus lalu lintas di jalur utama Magelang-Salatiga.
Rekayasa lalu lintas itu diberlakukan selama dua hari guna mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat besarnya jumlah peserta dan pengunjung kegiatan.
Pengalihan arus mulai diterapkan pada Jumat (30/1) sore hingga Sabtu (31/1) malam. Pada hari pertama, pengalihan arus dilakukan mulai pukul 15.00 seiring dengan pelaksanaan pawai budaya yang digelar pada malam hari.
KBO Satlantas Polresta Magelang Iptu Rosyid Budianto menjelaskan, rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai langkah preventif agar arus kendaraan tetap lancar. Serta kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman serta tertib.
"Polanya sama untuk hari ini dan besok," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).
Rosyid merinci, kendaraan dari arah Kota Magelang menuju Salatiga dialihkan mulai simpang tiga Gentan hingga simpang tiga Burikan. Selanjutnya arus kendaraan diarahkan keluar melalui jalur PLN dan kembali ke jalur utama di simpang tiga MTs Yakti.
Sementara itu, kendaraan yang datang dari arah Kopeng dialihkan sejak simpang tiga Bawang. Arus lalu lintas kemudian diarahkan menuju simpang tiga Barisan, belok kiri ke simpang tiga Candimulyo, dan diteruskan hingga simpang tiga Jembatan Elo.
Dia juga mengimbau kendaraan besar dan kendaraan golongan C, terutama truk bermuatan berat, agar tidak melintas di jalur tersebut pada jam pengalihan.
"Kendaraan besar diarahkan melalui jalur utama lewat wilayah Kota Magelang menuju Semarang," tegas Rosyid.
Pada Jumat malam, rangkaian haflah At-Tasyakkur wal Ikhtitam ke-83 diisi dengan pawai budaya yang melibatkan sekitar 100 kelompok kesenian dan drumband dari berbagai daerah, khususnya dari Magelang dan sekitarnya.
Panitia kegiatan, Bashori Alwi mengatakan, pawai budaya tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian syukuran tahunan API Tegalrejo.
Pawai akan dimulai dari depan kompleks Ponpes API Tegalrejo, bergerak ke arah timur menuju Kopeng, kemudian berputar dan kembali ke area pondok.
Baca Juga: Penderita TBC di Kulon Progo Masih Bergentayangan, dari Tahun ke Tahun Angkanya Naik
"Kegiatan malam ini berupa karnaval kelompok kesenian dari berbagai daerah. Kurang lebih ada 100 kelompok yang ikut. Start sekitar pukul 19.00 dan diperkirakan selesai pukul 21.00," jelas Bashori.
Menurutnya, jumlah peserta tahun ini sengaja dibatasi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 kelompok. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kapasitas lokasi dan kelancaran pelaksanaan acara.
Baca Juga: DPRD Gunungkidul Sebut PAD Pariwisata Berpeluang Tembus Rp5 Miliar per Bulan
Sebab berdasarkan pengalaman tahun lalu, kata dia, jumlah kelompok terlalu banyak sehingga area tidak mencukupi.
"Tahun ini kita kurangi. Jenis kesenian yang ditampilkan antara lain jaranan, soreng, kubro siswo, jathilan, drumband, serta partisipasi dari Armed 11/Liong," tambahnya.
Rangkaian acara dilanjutkan pada Sabtu (31/1) malam dengan pengajian akbar haflah At-Tasyakkur wal Ikhtitam ke-83 API Ponpes Salaf Tegalrejo. Pengajian tersebut rencananya akan menghadirkan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, sebagai penceramah utama. (aya)
Editor : Heru Pratomo