MAGELANG — Pemkot menyiapkan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas (lalin) dan pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas warga pada gelaran Magelang Vaganza. Rekayasa arus lalin akan diberlakukan di sekitar kawasan Alun-alun Kota Magelang guna mencegah kepadatan dan menjaga kelancaran mobilitas warga.
Hingga pukul 18.00, arus lalin masih diberlakukan normal. Namun setelah itu, pengaturan akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Pengalihan arus terutama diberlakukan di ruas Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Corps Polisi Militer (CPM). Kendaraan dari arah utara akan diarahkan untuk berbelok ke Jalan Majapahit. Sementara kendaraan dari arah selatan, khususnya dari Jalan Tentara Pelajar arah Bayeman, akan dibagi ke sejumlah jalur alternatif.
Ada yang diarahkan ke Jalan Gladiol atau Jalan Panjaitan, sehingga kendaraan yang melintas ke alun-alun bisa tersortir dan berkurang. Tujuannya agar kawasan Alun-alun tidak terlalu padat, terutama bagi yang tidak memiliki keperluan di area tersebut.
Selain pengaturan arus, dishub juga menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk menampung kendaraan pengunjung. Lokasi parkir yang disiapkan antara lain di kawasan Ngesengan, Jalan Pemuda, Jalan Kartini, dan sejumlah titik lain yang selama ini sudah rutin digunakan.
"Kantong parkir yang rutin sudah ada. Untuk tambahan, kami juga akan mengusulkan agar Graha Ageng atau eks BPLK bisa digunakan sebagai kantong parkir tambahan," ujar Yunus.
Terkait kemungkinan penutupan total arus lalu lintas di seputaran alun-alun, Yunus menyebut, penutupan direncanakan mulai pukul 18.00. Namun, penerapannya tetap bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Kalau masih dipandang lancar dan tidak ada kemacetan, jam penutupan bisa menyesuaikan. Untuk penutupan awal direncanakan di alun-alun barat dan timur," katanya.
Sementara itu, Polres Magelang Kota turut menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi kegiatan warga pada malam tahun baru. Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum menyebut, pada malam pergantian tahun akan digelar sejumlah kegiatan, salah satunya Magelang Vaganza yang dipusatkan di alun-alun.
Dia memprediksi kurang lebih 10.000 orang akan hadir di alun-alun pada malam tahun baru. "Untuk itu, kami sudah menyiapkan personel, baik yang terlibat dalam Operasi Lilin Candi 2025 maupun penebalan di titik-titik rawan," lontarnya.
Selain pengamanan di kawasan alun-alun, kepolisian juga menyiapkan personel untuk kegiatan doa bersama forkopimda yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (31/12). Tak hanya itu, pengamanan juga dilakukan di 21 gereja di wilayah Kota Magelang yang menggelar ibadah pada sore hingga malam hari.
Untuk pengamanan di alun-alun saja, Polres Magelang Kota menerjunkan 181 personel. "Dengan penebalan, totalnya kurang lebih 481 personel yang disiagakan di seluruh wilayah Kota Magelang," jelasnya.
Terkait rekayasa lalu lintas, Anita menegaskan, kepolisian akan bersinergi dengan dishub dan menerapkan pengaturan secara situasional. Dia juga mengimbau warga agar tidak melakukan konvoi, terutama konvoi yang menggunakan perangkat suara berukuran besar.
Menanggapi potensi kepadatan di kawasan perbatasan kota dan Kabupaten Magelang, khususnya di sekitar Artos Mall yang kerap menjadi lokasi pentas musik, dia menyebut, pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara koordinatif dan fleksibel.
"Nanti kami akan melihat situasi di lapangan. Kami akan berkolaborasi dengan Polresta Magelang terkait kegiatan masyarakat di Artos. Polanya situasional, tarik-ulur, menyesuaikan kondisi arus lalu lintas," ujarnya.
Terkait perayaan dengan kembang api, Anita menegaskan adanya larangan nasional. Sesuai imbauan Kapolri, warga di seluruh Indonesia tidak diperkenankan merayakan malam pergantian tahun dengan menyalakan kembang api.
"Kami menghimbau warga dan para penjual kembang api untuk tidak menjual dan tidak menyalakan kembang api pada malam tahun baru," tegas Anita. (aya)