SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman memutuskan akan tetap menggelar kegiatan Sleman Temple Run (STR) pada 2026. Gelaran lari tingkat internasional ini sebelumnya sempat akan dibatalkan sebagai dampak pemangkasan dana transfer pusat ke daerah.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, pentingnya keberlanjutan sebuah program dan tujuan yang akan diraih. Semestinya strategi pembiayaan harus dipikirkan sejak awal. Program STR sudah berhasil diterima oleh masyarakat. Tidak bisa serta-merta dibatalkan dengan alasan tidak ada anggaran.
"Pemerintah harus bijak, ini momen tepat untuk ditata ulang dan diidentifikasi pembiayaannya," sebut Harda ditemui di Pendopo Parasamya Senin (8/12).
Mantan Sekda Sleman ini menilai, pegawai pemerintah harus bisa berinovasi di tengah kemampuan yang terbatas. Termasuk berkolaborasi dengan elemen yang lain, seperti lembaga swasta dan pengusaha. "Wawasan berpikirnya yang luas, masak apa-apa nggak ada duit. Pentahelix harus diajak rembukan," tegasnya.