SLEMAN — Guru-guru SMK bidang seni dan budaya menampilkan kreativitas serta inovasi terbaik mereka melalui Gelar Karya Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Seni dan Budaya Gelombang IV Tahun 2025 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya.
Kegiatan ini menjadi ajang puncak pelatihan guru vokasi, sekaligus bukti nyata peningkatan kompetensi dan produktivitas pendidik di bidang seni dan budaya.
Pameran dan pementasan karya menampilkan berbagai produk hasil pelatihan dari beragam bidang kompetensi, mulai dari Desain Komunikasi Visual, Animasi, Produksi dan Siaran Televisi, Seni Patung, hingga Desain Busana.
Tak hanya pameran visual, gelar karya juga menghadirkan pementasan kolaboratif antara guru Seni Tari, Seni Teater, Seni Karawitan, Seni Pedalangan, hingga pertunjukan musik klasik dan musik populer. Sementara siswa SMK turut menampilkan seni musik dan tari, menutup acara dengan pementasan seni hiburan rakyat.
“Dalam pelatihan Guru SMK, mereka dituntut menghasilkan produk sesuai jurusan masing-masing. Ada yang berupa karya benda seperti seni patung, dan ada pula karya pertunjukan yang dipentaskan,” jelas Sigit Purnomo, P.Pd., M.Pd., Ketua I Gelar Karya.
Menurutnya, setiap karya bukan sekadar hasil akhir pelatihan, tetapi juga dapat menjadi prototype pembelajaran dan model produksi kreatif yang dapat dikembangkan di sekolah-sekolah.
Untuk memeriahkan kegiatan, panitia juga menghadirkan partisipasi dari berbagai SMK, di antaranya SMKN 3 Kasihan, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 1 Kalasan, SMK Muhammadiyah Ponjong, SMKN 1 Dlingo, SMKN 2 Sewon, SMK Tamansiswa Yogyakarta, SMKN 1 Pandak, hingga SMK dari Surakarta.
Kegiatan turut dimeriahkan penampilan orkestra dan band pelajar, serta bazar UMKM dan konsultasi parenting bersama Ratna Yunita Setiyani Subardjo, M.Si., Ph.D.
“Kami ingin masyarakat melihat langsung hasil nyata dari pelatihan guru. Ini menjadi ruang apresiasi dan membangun kepercayaan publik terhadap pendidikan vokasi,” tambah Sigit Purnomo.
Selain pameran, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi bagi guru peserta pelatihan. Masukan dari akademisi, pemerhati seni, dan pelaku industri kreatif diharapkan memperkaya perspektif guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek di sekolah masing-masing.
Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan Upskilling dan Reskilling ini telah berjalan selama empat gelombang sejak 2025 dan mencakup magang industri, uji kompetensi, hingga pementasan hasil karya.
“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru agar sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif. Dengan begitu, ilmu yang didapat dapat diteruskan ke siswa dan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Padati Prosesi Pemakaman Sinuhun Paku Buwono XIII di Makam Raja-Raja Imogiri
Puncak acara digelar selama dua hari, 6–7 November 2025, dengan tema “Mewujudkan Pendidikan Seni dan Budaya Bermutu untuk Semua.”
Acara dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan, Kepala Vokasi se-Indonesia, perwakilan provinsi DIY, Jawa Tengah, Bali, mitra industri, serta dimeriahkan oleh pameran, orkestra, fashion show, band, dan penampilan bintang tamu Ndarboy Genk.
“Kami ingin menjadikan gelar karya ini sebagai ekosistem yang menghubungkan lembaga pelatihan, sekolah, industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Apa yang dipelajari di balai ini harus berdampak nyata bagi pendidikan vokasi Indonesia,” tutur Masrukhan.
Baca Juga: Warga Padati Prosesi Pemakaman Sinuhun Paku Buwono XIII di Makam Raja-Raja Imogiri
Melalui kegiatan ini, BBPPMPV Seni dan Budaya berharap semangat para guru SMK untuk terus berinovasi, berkarya, dan berkolaborasi semakin tumbuh.
Keberhasilan guru dalam meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya menjadi pondasi penting dalam melahirkan lulusan SMK yang unggul, profesional, serta berkarakter seni dan budaya Indonesia.
(Theresia Putri, Clara Christa)
Editor : Heru Pratomo