JOGJA — Dinas Koperasi dan UKM DIY menggelar Sibakul Financetopia di kawasan Teras Malioboro Beskalan, 15–19 Oktober 2025. Acara ini menjadi ruang sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan transformasi digital, terutama dalam sistem pembayaran berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Kegiatan diawali sejak sore dengan kehadiran puluhan tenant UMKM, khususnya kuliner khas Yogyakarta, yang memanjakan pengunjung dengan ragam sajian menggugah selera. Tak hanya mencicipi kuliner, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan doorprize menarik selama acara berlangsung.
Baca Juga: Letkol Inf Eko M Prihantono Jabat Dandim 0709/Kebumen
Sentuhan budaya lokal menjadi daya tarik tersendiri. Penampilan tari Harmoni Nuswantari memukau pengunjung dan wisatawan, memperkuat pesan bahwa inovasi digital bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Kebudayaan DIY, Bank BPD DIY, dan Bank Indonesia. Tujuan utamanya adalah mendorong masyarakat semakin akrab dengan sistem pembayaran digital, sekaligus memperluas eksposur bagi pelaku UMKM lokal.
“Bank Indonesia mendukung penuh digitalisasi ekosistem ekonomi lokal. Penerapan QRIS bukan hanya mempercepat transaksi, tapi juga langkah strategis meningkatkan inklusi keuangan, transparansi, dan efisiensi layanan publik, terutama di kawasan wisata,” ujar Hermanto, Wakil Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menekankan pentingnya inovasi yang tetap berpijak pada budaya.
“Teras Malioboro bukan hanya tempat belanja, tapi pusat interaksi budaya, ekonomi, dan teknologi. Melalui Sibakul Financetopia, kami ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta mampu menjaga akar budaya sambil berinovasi menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan peresmian sistem parkir digital di Teras Malioboro menggunakan QRIS. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan akuntabilitas dalam sistem parkir, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
Baca Juga: Truk Gas Oleng di Secang Hantam Motor dan Rumah, Dua Pengendara Luka Ringan
Sibakul Financetopia diyakini menjadi model kegiatan yang berhasil mengintegrasikan potensi budaya lokal dengan perkembangan ekonomi digital. Selain mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi, kegiatan ini juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus pusat ekonomi kreatif nasional.
Ke depan, acara serupa diharapkan dapat digelar secara berkala untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi budaya yang inklusif dan adaptif terhadap teknologi.
Editor : Heru Pratomo