Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tema FKY 2025 Adoh Ratu Cedhak Watu Merepresentasikan Gunungkidul, Jauh dari Kekuasaan, Dekat dengan Alam dan Tuhan

Agung Dwi Prakoso • Senin, 6 Oktober 2025 | 16:10 WIB

 

Panitia FKY yang mempersiapkan event di Gunungkidul
Panitia FKY yang mempersiapkan event di Gunungkidul

JOGJA - 'Adoh Ratu, Cedhak Watu' sebuah frasa yang dijadikan tema dalam penyelenggaraan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) tahun ini. Tema tersebut menarik, sarat makna dan sangat merepresentasikan tuan rumah lokasi FKY 2025 yakni di Gunungkidul.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakhsmi Pratiwi Dian menjelaskan, tema Adoh Ratu, Chedak Watu diambil dari frasa populer masyarakat Gunungkidul yang mencerminkan jati diri dan filosofi hidup masyarakatnya. Frasa itu sangat kuat mengikat pada Gunungkidul secara geografis maupun budaya masyarakatnya.

 Baca Juga: Sambut Musim Hujan, Dinas Pertanian Gunungkidul Siap Salurkan Bantuan Benih dan Pupuk untuk Petani

"Di dalamnya terkandung makna bagaimana kita menghormati leluhur, alam, dan Tuhan, serta menjaga keselarasan dengan sesama manusia," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/10).

Setelah penyelenggaraanya di Kulon Progo dan Bantul, tahun ini Gunungkidul menjadi tuan rumah dengan fokus pada objek kebudayaan adat istiadat dan tradisi. Gunungkidul, merupakan wilayah yang kaya akan adat istiadat dan tradisi yang beragam, praktik yang bekerja secara organik, tumbuh bersama sejarah, diwariskan antargenerasi, dan melekat dalam interaksi sosial sehari-hari.

 Baca Juga: 21 Laka Laut Terjadi di Pantai Parangtritis-Depok, Satu Orang Terseret Arus pada April Masih Hilang

"Adat istiadat dan tradisi ini menjadi karakter yang sangat kuat di Gunungkidul. Secara lingkungan topografis dan geografis, kabupaten ini memang muncul menjadi ruang adat istiadat dan tradisi yang sangat kuat," jelasnya.

FKY 2025, lanjutnya, bakal dipusatkan di Lapangan Logandeng, Kapanewon Playen, 11-18 Oktober. Beberapa program juga akan dilaksanakan dengan mengeksplor berbagai tempat di Gunungkidul.

 Baca Juga: GPS-Y 2025 Sukses Dilaksanakan, Persatuan Hati Jadi Yang Terbaik Pada Tahun Ini

"FKY tidak hanya sekadar panggung pertunjukan, tetapi menjadi forum kebudayaan yang mencoba merayakan objek kebudayaan dengan semua pelakunya," paparnya.

Direktur FKY 2025 BM Anggana menjelaskan, tema Adoh Ratu, Cedhak Watu berarti jauh dari raja/pemimpin, dekat dengan batu yang merepresentasikan sebuah etos kebudayaan yang khas dalam masyarakat Gunungkidul. 'Jauh' dari raja menurutnya tidak sekadar penunjukan keterpisahan ruang dari pusat kekuasaan politik, namun laku dan praktik kesadaran dalam menjaga kedaulatan maupun kemandirian komunitas dari kekuasaan yang cenderung terpusat.

 

Dekat dengan watu adalah cara untuk menjaga kehidupan tetap terhubung dengan tanah dan pemandangan karst serta sejarah Gunungkidul. “Kemudian melahirkan praktik kebudayaan sambatan dan rasulan dalam solidaritas komunitas, pengelolaan sumber daya kolektif dalam ragam upacara adat," jelasnya.

Adoh Ratu, Cedhak Watu, lanjutnya, mengandung kedalaman historis, politis, dan kultural. Yang mengartikulasikan jarak dengan pusat kekuasaan sekaligus menegaskan kedekatan dengan tanah, sejarah, kosmologi, dan lingkungan ekologis sebagai basis keberlangsungan hidup. Adoh Ratu, Cedhak Watu hendak memaknai adat istiadat sebagai daya hidup dan daur hidup masyarakat.

"Ia lahir dari rahim tanah, air, dan angin yang dihirup bersama, menjadi sistem hidup yang terus menyesuaikan diri, melawan lupa, dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," paparnya.

 Baca Juga: Borobudur Moon, Terobosan Pariwisata Magelang Tiru Kesuksesan Gianyar yang Raup Triliunan Rupiah

FKY 2025 merupakan hasil riset panjang terhadap kosmologi Gunungkidul sejak Mei 2025 untuk memahami praktik adat dan nilai yang masih dihidupi masyarakat. Ia sadar bahwa Gunungkidul merupakan satu ekosistem yang mempunyai kosmologi tersendiri.

"Kami belajar dan menafsir bagaimana adat istiadat di sana dihidupi masyarakat," ujarnya. (oso)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#FKY #Gunungkidul #Kapanewon Playen #Dinas Kebudayaan DIY #Festival Kebudayaan Yogyakarta #Lapangan Logandeng #tradisi #fky 2025 #Kosmologi #adat istiadat