Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kompetisi Koding Nasional Semarakkan Yogyakomtek

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 27 September 2025 | 22:55 WIB

 

Photo
Photo

SLEMAN - Rangkaian perhelatan akbar teknologi Yogyakomtek yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK UGM) tahun 2025 ini semakin semarak dengan hadirnya National Vibe Coding Competition 2025.

Kompetisi koding berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berskala nasional ini bukan sekadar ajang adu kemampuan, tapi menjadi sebuah 'perayaan perubahan zaman' yang mengusung kolaborasi global.

Kompetisi koding ini diselenggarakan berkat adanya kolaborasi antara Yogyakomtek yang telah memasuki tahun ke-28 penyelenggaraan dengan Xerpihan, sebuah startup AI yang kini tengah berekspansi hingga ke Singapura.

Founder Xerpihan Yasa Nugroho menjelaskan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memberikan eksposur lebih terhadap teknologi AI yang sedang menjadi tren.

National Vibe Coding Competition 2025 hadir tidak hanya sekedar membuat sebuah kompetisi saja, tapi sebuah perayaan mengenai teknologi yang sekarang akan mengubah masa depan, yaitu AI.

Tak hanya itu, menurut Yasa kompetisi koding ini juga menjalin kemitraan global, termasuk dengan Indigo Telkom, Block 71 dari NUS Singapura, hingga pihak-pihak luar negeri lainnya.

Hubungan yang terjalin erat dengan NUS Singapura.

Yasa yang kini tengah menempuh pendidikan S2, menjadi jembatan penting untuk membawa perspektif dan kolaborasi internasional ke kancah nasional.

"Harapannya, ini menjadi sebuah hal yang bisa dilihat bahwa teknologi itu tidaklah hal yang sulit dan menyeramkan," katanya di sela-sela acara, Sabtu (27/9).

National Vibe Coding Competition 2025 sendiri berlangsung selama lima hari dengan agenda yang padat.

Pada hari pertama, Sabtu (27/9) dimulai dengan pembukaan dan penentuan tema kompetisi.

Baca Juga: Perjalanan Adrian Gunadi, dari CEO Pinjol Investree Menjadi Buronan

Lalu hari kedua, Minggu (28/9), ketiga, Senin (29/9) dan keempat, Selasa (30/9) diisi dengan 24 kelas workshop yang bertujuan memberikan pemahaman dan insight mengenai bagaimana AI mengubah berbagai industri.

Di hari keempat ini juga ada batas waktu pengumpulan hasil kompetisi. Terakhir hari kelima, Rabu (1/10) ada presentasi final bagi tim yang lolos.

"Ini merupakan wadah untuk merayakan sebuah perubahan zaman antara teknologi, bisnis, sama ekosistem secara keseluruhan," ujar Yasa.

Yasa juga menjelaskan, total ada sebanyak 16 peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan National Vibe Coding Competition 2025 ini.

Selain berkompetisi, para peserta itu nanti juga diharapkan mampu menerapkan pentingnya showcase langsung hasil karya kepada pihak-pihak terkait dari program partner.

"Ada total hadiah yang cukup fantastis, yakni 5.000 US Dolar dan 10 juta rupiah tunai yang akan diberikan kepada pemenang," tegasnya.

Sementara Ketua Panitia Yogyakomtek Willy Sudjono berharap dengan adanya kegiatan National Vibe Coding Competition 2025 ini bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak muda.

Mengingat pameran Yogyakomtek sendiri adalah festival yang bukan hanya merupakan pameran IT saja, tapi juga festival yang menyeluruh bagi masyarakat.

"Karena kami mau anak-anak muda ini menjadi terinspirasi dan bergerak bersama kami untuk ikut mengembangkan dunia IT, dunia AI, dan dunia seni yang pada umumnya," tandasnya. (ayu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kompetisi #nasional #teknologi #koding #yogyakomtek #GIK UGM #Semarakkan