JOGJA - Acara besar yang diselenggarakan Pemda DIY dua tahun sekali Jogja Internastionale Batik Biennale (JIBB) 2025 kembali terlaksana tahun ini.
Berlangsung mulai 16 September hingga 5 Oktober, bebagai macam kegiatan akan meramaikan selama pelaksanaannya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Yuna Pancawati mengatakan tujuan JIBB 2025 yakni mengembangkan potensi Industri Kecil Menengah (IKM) Batik dan turunannya, melestarikan warisan budaya khususnya batik termasuk kepada generasi muda, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan penyebaran dan penumbuhan IKM dan mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.
Acara ini tersebar di lima SMA/SMK dan lima Kampus. Selanjutnya, puncak acara tersaji dalam Seminar Internasional Batik sebagai main event, menghadirkan pembicara ahli batik dan disertai dengan fashion show. Dalam hal ini juga ada acara Grand Launching Griya Batik.
"Acara ini dilaksanakan pada hari batik nasional yaitu tgl 2 Oktober 2025 bertempat di Royal Ambarukmo Yogyakarta," jelasnya.
Kemudian ada Gebyar Expo JIBB, yaitu pameran batik yang menampilkan karya 20 pelaku industri kecil menengah (IKM) batik, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari di Griya Batik dari tanggal 3-5 Oktober 2025.
Sebagai penutup yang meriah, diadakan kegiatan Sebatik (Sepeda dengan Batik), yaitu bersepeda santai menggunakan busana batik yang melibatkan peserta dari OPD se-DIY, Dekranasda DIY, serta komunitas sepeda dan masyarakat umum di Yogyakarta.
Acara ini dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 dengan start dari Disperindag DIY pukul 05.30 melalui jalur wisata, Tugu – Malioboro dan singgah di Griya Batik serta finish di Disperindag DIY dengan Panjang rute sekitar 15 KM. (oso)
Editor : Heru Pratomo