KEBUMEN – Pemkab Kebumen bersama peternak di wilayah Kecamatan Puring berencana menggelar kontes sapi Peranakan Ongole (PO). Kontes sapi ini sengaja digelar sebagai sarana promosi sekaligus ajang edukasi mengenai potensi sapi PO yang menjadi salah satu jenis sapi unggulan di Kebumen.
Kontes yang memperebutkan Piala Bupati ini dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2025. Rencananya, kegiatan kontes terpusat di kompleks Eduwisata Sapi PO di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring.
Ada beberapa kategori kontes sapi yang ditampilkan. Meliputi kelas anakan jantan dan betina, kelas calon indukan, kelas calon pejantan, kelas indukan dan kelas ekstrem.
"Dari kontes ini harapan besar kami, sapi PO semakin lestari dan diminati pasar," kata Ketua Panitia Kontes Sapi PO Kebumen Sutaryo saat dihubungi, Selasa (23/9).
Sahrun mengatakan, kontes sapi PO sengaja digelar untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap jenis sapi yang dimiliki Kabupaten Kebumen. Apalagi jenis sapi tersebut telah diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 358 Tahun 2015 yang menetapkan Sapi Peranakan Ongole Kebumen sebagai galur dan sumber daya genetik ternak lokal.
"Ya, ini yang ikut khusus sapi ternak di Kebumen. Setelah selesai kontes, semoga bisa menambah rasa bangga kami," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kebumen Retno Handarwati menyampaikan, agenda kontes tersebut murni inisiatif dari komunitas peternak sapi di wilayah pesisir selatan Kebumen yang menjadi basis populasi sapi PO.
Ia menyambut baik rencana gelaran kontes karena akan terlihat bibit unggul dari sapi-sapi yang ditampilkan. "Kalau memang membutuhkan juri kompeten nanti kami siapkan," ucapnya.
Retno berharap, lewat kontes tersebut sapi PO semakin dikenal luas masyarakat, sehingga menjadi pilihan utama dalam pengembangan perternakan rakyat. Kontes juga diharapkan sebagai sarana berbagi ilmu dan bertukar pengalaman antar peternak terkait strategi dalam menjalani usaha perternakan.
"Target kami setiap tahun ada 500 ekor sapi PO mendapat SLKB (Surat Keterangan Layak Bibit)," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo