Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memanfaatkan momen ini untuk menaikkan minat wisatawan ke kedua tempat wisata yang ada di Bantul.
“Harapannya aka lonjakan wisatawan ke Bantul hingga 2 kali lipat,” jelas Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi Jumat (25/7).
Menurutnya, jika tidak ada event besar yang berada di tempat wisata di Bantul, kunjungan wisata pada akhir pekan sebanyak kurang lebih 8,5 ribu wisatawan.
“Harapannya besok bisa sampai di hari Minggu itu bisa diangka 10 ribu sampai 12 ribu,” tuturnya.
Selain itu, terdapat keuntungan bagi wisatawan jika dalam dua pantai terdapat dua event.
Pengunjung lebih hemat dalam pembayaran tiket masuk, karena dengan hanya membayar tiket masuk satu kali di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), bisa mengunjungi dua event di dua tempat yang berbeda.
Selain itu, momentum ini juga bisa memecah keramaian.
“Misalnya pengunjung nonton layang-layang dulu, bayar di TPR Parangtritis, kemudian lewat jembatan Kretek juga, mau nyari kuliner tidak bayar lagi, hanya bayar parkir,” tuturnya.
Di sisi lain, dua event yang digelar secara bersamaan ini juga memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda, sehingga mampu menjangkau minat wisatawan yang lebih luas.
Event Jogja International Kite Festival ini adalah event festival layang-layang dari berbagai negara, sedangkan Festival Kuliner Mataram ini adalah event yang bertujuan untuk mengenalkan makanan tradisional yang ada di Bantul terutama yang masuk dalam daftar warisan budaya takbenda (WBTB).
Terdapat Sembilan makanan khas Bantul yang telah masuk daftar WBTB, yang nantinya akan dikenalkan lewat festival kuliner mataram.
“Salain itu, nanti kira-kira ada 72 jenis makanan dan 16 jenis minuman yang disajikan di sana,” jelasnya.
Menurutnya masyarakat Bantul tidak semuanya mengenal makanan tradisional di Bantul, maka dari itu, event ini penting diadakan agar makanan tradisional di Bantul tidak punah.
“Contohnya makanan tradisional Karangan itu jarang orang tau, jadi ini momen agar banyak orang tahu itu makanan tradisional khas Bantul,” tuturnya. (Cr2)
Editor : Bahana.