Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atraksi Layang-Layang Terbesar Se-DIY Segera Digelar, JIKF Tahun Ini Ditargetkan Tembus 35.000 Kunjungan

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 25 Juli 2025 | 15:25 WIB

 

TAHUN LALU: Berbagai aneka jenis layangan ditampilkan dalam JIKF 2024 yang berlangsung di Pantai Parangkusumo, Bantul. Tahun ini ditargetkan lebih dari 30.000 pengunjung yang akan menikmati festival
TAHUN LALU: Berbagai aneka jenis layangan ditampilkan dalam JIKF 2024 yang berlangsung di Pantai Parangkusumo, Bantul. Tahun ini ditargetkan lebih dari 30.000 pengunjung yang akan menikmati festival

JOGJA - Salah satu even layang-layang terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jogja Internasional Kite Festival (JIKF) segera diselenggarakan di Pantai Parangkusumo, Bantul, 26-27 Juli 2025. Acara ini diproyeksikan menjadi daya tarik pariwisata di wilayah selatan DIY dan menghidupkan perekonomian sekitar.


Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, pariwisata merupakan sektor andalan yang potensial di DIY. Even itu merupakan salah satu upaya dalam mendatangkan wistawan luar daerah agar datang ke Jogjakarta dan bisa menghidupkan perekonomian di Jogjakarta. Layang-layang merupakan salah satu bagian dari permainan tradisional yang perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan.

Baca Juga: Ini Dia Rundown Lengkap Acara Festival Layang-Layang Terbesar di Jogja, JIKF 2024: Dua Hari Penuh Kegembiraan di Pantai Parangkusumo Bantul
"Maka acara ini disinkronkan dengan upaya pelestarian permainan tradisional tersebut," ujarnya, Kamis (24 Juli 2025).


Aris juga menekankan agar even itu tak hanya sekadar diselenggarakan dan selesai begitu saja. Namun kualitas nilai dari even tersebut juga patut dijaga dengan melakukan evaluasi pascaeven digelar.


"Layang-layang tidak hanya diminati orang tua, tetapi anak-anak juga banyak yang ingin belajar tentang layang-layang," tuturnya.


Melihat potensi even itu, Pemda DIY melalui dana keistimewaan mendukung terselenggaranya setiap tahun. Harapannya, even tersebut dapat menjadi destinasi wisata pembeda dari daerah-daerah lain dan menjadi unggulan wisata di DIY.

Baca Juga: Musim Layangan Telah Tiba, Sunardi Tinggalkan Sementara Berjualan Sembako demi Meraup Untung dari Berjualan Layang-Layang
"Even itu juga diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bantul," ucapnya.


Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Antarikso Trisno Bawono menambahkan, permainan layang-layang merupakan produk kebudayaan dan seagai sarana bersantai. Maka dari itu, permainan itu dikemas menjadi sebuah atraksi atau even menarik bagi masyarakat luas.


"Kami menggandeng pegiat dan komunitas layang-layang untuk penyelenggaraan JIKF," ujarnya.
Acara ini juga sejalan dengan visi Gubernur DIY Hamengku Buwono X yakni mendukung pembangunan perekonomian di wilayah selatan DIY. Selain itu, khusus layang-layang motif Jogja juga agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.


"Pelaku UMKM setempat kami libatkan agar produk yang mereka buat bisa dijual di acara tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Pelaku UMKM di Kebumen Dilatih Jadi Konten Kreator, Marketplace Sudah Terbuka Lebar, Diharap untuk Tingkatkan Daya Saing
Selain menampilkan atraksi layang-layang, dalam rangkaian acara JIKF ke-10 ini juga banyak diisi tentang edukasi, khususnya terkait sosialisasi bermain layang-layang yang tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. "Terutama yang membahayakan diri sendiri dan orang lain," bebernya.


Menariknya, pada malam hari saat JIKF berlangsung juga akan ada atraksi penerbangan layang-layang yang disebut Night Fliying. Layang-layang yang akan diterbangkan didesain dengan lampu yang indah.


Acara itu gratis untuk umum, namun bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman membuat layangan dan menerbangkannya bisa mengakses dengan tiket seharga Rp 20 ribu. "Target kunjungan tahun ini 25.000-30.000. Tahun lalu kunjungan mencapai 20.000 orang," jelasnya.


Penyelenggaraan JIKF juga dibantu organisasi Talikama yang diketuai RM Herdjuno Sukotjoadi. Ia mengatakan, penyelenggaraan JIKF menjadi ajang sialturahmi para pegiat layang-layang dan even yang cukup bergengsi.

Tahun 2015 organisasi ini terbentuk dan didukung Dinpar DIY dalam setiap kegiatannya. Even JIKF menghadirkan pegiat layang-layang dari berbagai negara. "Kami mengupayakan laang-layang menjadi bagian dari penghargaan UNESCO," ujarnya. (oso/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Paniradya Pati Kaistimewaan #JIKF #Pariwisata #JIKF 2025 #Paniradya #daerah istimewa yogyakarta (diy) #DIY #Paniradya Kaistimewan #UMKM #Daerah Istimewa Yogyakarta #Layang