JOGJA - Setelah 18 tahun berjuang di kasta kedua, PSIM Jogjakarta akhirnya menapaki kembali tangga tertinggi sepak bola nasional, Liga 1. Momen bersejarah ini disambut hangat oleh Brajamusti, kelompok suporter setia PSIM, yang menggagas sebuah event selebrasi bertajuk Rise Above: 18 Tahun di Kasta Kedua.
Acara kolektif tersebut secara konsep diinisiasi oleh perwakilan Brajamusti dari Gate 15 tribun timur sisi selatan, dan akan digelar pada 25 dan 26 Juli 2025 di The Ratan Jogjakarta. Dengan konsep yang tidak hanya merayakan keberhasilan PSIM, tetapi juga menjadi ruang refleksi, kolaborasi, dan edukasi bagi seluruh pendukung Laskar Mataram.
PIC Event Rise Above Bayu Akbar menjelaskan, bahwa ide acara ini lahir dari semangat kebangkitan dan harapan baru setelah melewati masa-masa sulit.
Baca Juga: Pertemuan dengan Manajemen dan Suporter PSIM Jogja, Kapolresta Jogja: Ngabari jika Ada Kegiatan
"Rise Above bukan cuma nama, tapi juga pesan, kita sudah lalui masa yang berat, dan sekarang saatnya bangkit lebih tinggi dari sebelumnya," katanya pada Radar Jogja, Rabu (23/7).
Diakuinya, Rise Above bukan hanya panggung hiburan semata, tetapi ruang bagi komunitas dan suporter untuk merayakan identitas dan kreativitas mereka.
Ia menguraikan, acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendekatkan suporter dan komunitas, mulai dari pertunjukan musik, pameran arsip, live mural, talk show bersama legenda PSIM, screening film, hingga fun fight yang melibatkan suporter.
Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Utara Jembatan Glagah Kulon Progo Terkuak, Ternyata..
"Kami ingin menciptakan suasana yang intim dan penuh kebersamaan, estimasinya 800 pengunjung," tuturnya.
Bayu menambahkan, persiapan Rise Above sendiri memakan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari pengumpulan materi arsip, kurasi karya, hingga penyusunan konsep acara.
Diakuinya, tidak hanya ajang selebrasi bagi para suporter PSIM semata. Turut diundang juga perwakilan suporter dari berbagai tim seperti Sleman, Bantul, Solo, Bonek Jogja, hingga Viking Jogja.
"Tujuannya, selain selebrasi atas keberhasilan PSIM naik ke Liga 1, juga memperkuat tali silaturahmi dan menciptakan ruang sinergi antar suporter," jelasnya.
Selain itu, acara ini juga ingin memberikan literasi dan hiburan yang bisa dinikmati berbagai kalangan, mulai dari pencinta sepak bola, seni, hingga sejarah.
"Semoga ini jadi terobosan baru, bukan hanya di kalangan suporter PSIM, tapi jadi ruang alternatif bagi komunitas musik, seni, dan sejarah di Jogja," imbuh Bayu.
Secara garis besar, ia menyebut Rise Above diharapkan menjadi ruang bersama yang mampu menciptakan kenangan kolektif bagi suporter PSIM dan komunitas.
"Kami ingin semua pulang dengan perasaan bangga dan membawa cerita, 18 tahun bukan sekadar angka, tapi perjalanan panjang yang akhirnya membuahkan hasil," ujar Bayu.
Sementara itu, perwakilan penyelenggara lainnya Faiz Al Fatih menambahkan, salah satu yang menjadi sorotan utama dari Rise Above adalah pameran arsip dan memorabilia perjalanan PSIM Jogjakarta.
Acara ini berkolaborasi dengan Bawah Skor, sebuah inisiatif pengarsipan yang fokus mendokumentasikan sejarah PSIM serta dinamika sepak bola di DIJ dan Indonesia.
Faiz menjelaskan, bahwa pameran ini tidak hanya menampilkan barang koleksi, tetapi juga menyuguhkan cerita panjang di balik setiap arsip.
Disebutkan, beberapa koleksi yang akan dipamerkan antara lain arsip artikel, jersey dan kaos bersejarah, piala dan medali, poster, flyer, hingga syal PSIM yang pernah digunakan dalam berbagai era.
"Pameran ini jadi ruang nostalgia dan inspirasi, menampilkan ketangguhan, kesabaran, dan semangat PSIM untuk bangkit," terang Faiz.
Faiz menyampaikan, salah satu tantangan terbesar dalam mempersiapkan pameran ini adalah proses pengumpulan arsip, terutama yang berkaitan dengan izin dan kelangkaan sumber.
"Pengumpulan arsip itu lama, dari jersey, piala, hingga medali. Tapi sekarang kami sudah sekitar 95 persen siap," ujarnya. (iza)
Editor : Iwa Ikhwanudin