BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul kembali bersiap menggelar hajatan tahunan Bantul Creative Expo 2025. Event tahunan iki akan digelar selama delapan hari penuh. Mulai 25 Juli hingga 1 Agustus 2025 mendatang di kawasan Pasar Seni Gabusan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul Prapta Nugraha menyampaikan, kegiatan ini mengusung tema Kreativitas dan Kolaborasi Berkelanjutan untuk Memantapkan Daya Saing Daerah. Expo tahun ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang pameran produk unggulan UMKM.
"Tetapi juga ruang kolaborasi nyata antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga media massa," katanya pada sesi konferensi pers, Rabu (16/7).
Diakuinya, bahwa expo ini dirancang sebagai momentum untuk mendorong kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan. Secara konsep, ia ingin agar event kebanggaan rakyat Bantul ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan juga wadah bagi UMKM untuk memperkuat daya saing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Prapta menuturkan, tahun ini, Bantul Creative Expo menargetkan dapat menarik sekitar 96 ribu pengunjung atau rata-rata 12 ribu orang per hari. Angka ini dihitung dari capaian tahun lalu yang berhasil mencatat lebih dari 131 ribu pengunjung selama 11 hari penyelenggaraan.
"Sementara, dari sisi transaksi, expo tahun ini ditargetkan menghasilkan omzet sekitar Rp 2,1 miliar atau setara Rp 262,5 juta per hari," paparnya.
Secara garis besar, Bantul Creative Expo 2025 akan diikuti oleh total 300 stand peserta, 100 stand dikelola lembaga pemerintah, kampus, sekolah, instansi vertikal, BUMD, perbankan, koperasi, dan asosiasi seperti Dekranasda, ASMINDO, IWAPI, HIPMI, serta 200 stand UMKM swasta.
"Berbagai produk akan ditampilkan, dari kerajinan, fesyen, kuliner, otomotif, hingga barang elektronik dan kebutuhan rumah tangga," ulasnya.
Selain pameran, expo juga menghadirkan sejumlah agenda pendukung. Di antaranya, Job Fair pada 26–27 Juli 2025 yang menyediakan 1.000 lowongan pekerjaan, hasil kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul.
Selanjutnya juga ada workshop dan seminar tentang ekonomi kreatif, kewirausahaan, pemasaran online, pengolahan sampah, hingga isu ketenagakerjaan yang digelar sepanjang 26 Juli–1 Agustus 2025.
Ada pentas seni dan hiburan setiap hari, mulai dari tari tradisional, tari modern, musik akustik, festival koes plusan, lomba anak, festival sirkus, pasar malam hingga festival seni seniman Bantul.
"Serta ada Stock Sale Furniture & Craft Export dan Festival Kuliner yang berlangsung selama expo," tuturnya.
Baca Juga: Paranormal Investigator Dan Rivera Meninggal Mendadak Saat Tur Annabelle
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan DKUKMPP Bantul Tutik Lestariningsih menambahkan, salah satu hal baru di Bantul Creative Expo 2025 adalah adanya kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sekolah menengah di Bantul.
Disebutkan, keterlibatan kampus diharapkan memunculkan ide-ide segar, riset, dan pendekatan baru yang dapat memperkuat daya saing produk lokal.
"Penting kolaborasi lintas sektor, terutama dengan generasi muda dan akademisi, agar UMKM bisa adaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di bidang digital, desain, dan inovasi produk," jelas Tutik.
Baca Juga: Paranormal Investigator Dan Rivera Meninggal Mendadak Saat Tur Annabelle
Di samping itu, Tutik berujar bahwa Bantul Creative Expo bukan hanya soal transaksi jual beli, tetapi juga sarana komunikasi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan bisnis para UMKM, memperkenalkan produk-produk baru, serta mengedukasi pelaku usaha agar terus berinovasi dan naik kelas.
"Semoga expo ini meningkatkan omzet UMKM, membuka lapangan kerja, memperkuat jejaring, dan pada mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita