GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata Gunungkidul akan melangsungkan gelaran festival bonsai bertajuk Handayani Bonsai Fest. Festival bonsai yang baru pertama kali dilangsungkan di Gunungkidul ini akan memamerkan 800 Pohon Bonsai pada 10-24 Juni 2025 di Lapangan Piyaman Demang Wonopawiro, Wonosari.
Dalam festival ini, dinas pariwisata bekerja sama dengan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gunungkidul. Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu Wardana mengungkapkan event pertama kali menghadirkan bonsai sebagai bagian subsektor seni rupa tiga dimensi dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Handayani Bonsai Fest 2025 dirancang untuk memperkenalkan bonsai sebagai bentuk seni yang bernilai tinggi sekaligus memperkuat posisi Gunungkidul sebagai Kabupaten Kreatif,” ujar Oneng Senin, (9/6/2025).
Menurut Oneng festival bonsai ini juga sebagai sarana menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan melalui seni, dengan pemanfaatan pohon lokal seperti serut, wahong, dan santigi.
Sebab, baginya bonsai memiliki nilai seni, nilai edukasi, sekaligus nilai ekonomi. Inilah yang ke depan akan didorong dinas pariwisata agar terus tumbuh sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini merupakan pemanfaatan dari Dana Keistimewaan untuk memperkuat sektor budaya dan ekonomi kreatif.
Nantinya, Oneng menuturkan Pameran Nasional (PAMNAS) Handayani Bonsai Fest #1 akan diproyeksikan menjadi agenda tahunan unggulan di bidang ekonomi kreatif. Sebab, Oneng melihat animo pecinta bonsai pada gelaran pameran yang pertama kali ini.
Diikuti peserta partisipasi dari pecinta dan penggiat bonsai dari Gunungkidul, Jogja, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Klaten, Pacitan, Sukoharjo, hingga Magelang.“Sebanyak 800 pohon bonsai terbaik ditargetkan akan dipamerkan,” ujar Oneng.
Tak hanya menampilkan bonsai, Handayani Bonsai Fest 2025 juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti kontes penilaian bonsai, edukasi perawatan tanaman, talkshow, lomba fotografi, hingga bimbingan teknis bagi generasi muda yang tertarik pada ekonomi kreatif.
“Pohon Bonsai yang dipamerkan juga akan menampilkan keragaman bentuk, teknik, serta karakteristik khas dari tanaman-tanaman nusantara,” ujarnya. (cr1)
Editor : Heru Pratomo