JOGJA - Kota Jogja yang sudah menyandang predikat sebagai kota pendidikan sepertinya dirasa belum cukup. Sehingga, pemerintah kota (pemkot) pun mengupayakan agar wilayah tersebut bisa menambah predikat sebagai kota festival.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jogja Kadri Renggono mengatakan, predikat kota festival perlu diupayakan untuk mengungkit perekonomian masyarakat.
Lantaran Kota Jogja dirasa memiliki potensi sumber daya manusia yang mampu mengembangkan ekonomi kreatif.
Menurut Kadri, Kota Jogja memiliki banyak pelaku seni budaya, industri kreatif dan pariwisata. Unsur-unsur yang sudah ada itu dinilai bisa dikolaborasikan dan dapat menjadi daya tarik bagi Kota Jogja.
Di satu sisi, pemkot pun berkomitmen untuk mendukung Jogja sebagai kota festival.
“SDM di Kota Jogja sangat besar dengan potensi yang dapat dikembangkan, khususnya di sektor industri kreatif,” ujar Kadri, Kamis (8/5/2025).
Salah satu upaya Pemkot Jogja untuk menegaskan predikat kota festival juga dilakukan melalui Jogja Festivals Forum & Expo (JFFE) 2025 yang diselenggarakan tanggal 6-7 Mei 2025 lalu. Kegiatan tersebut berupa simposium srawung festival, talk show, business matching, hingga pertunjukan musik.
Baca Juga: Final bagi Tim di Zona Degradasi, PSS Sleman Diuntungkan Kondisi Internal PSIS Semarang
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, gelaran festival merupakan salah satu potensi yang cukup besar untuk Kota Jogja. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi kota pendidikan bertaraf dunia.
Hasto pun memastikan, pemkot akan selalu mendukung berbagai program dan juga masyarakat yang berkecimpung di dunia festival. Salah satunya seperti JFFE 2025. Serta siap berkolaborasi dengan para penggiat seni yang mendukung predikat kota festival.
“Dengan upaya ini diharapkan berbagai potensi budaya yang ada di Kota Jogja dapat dikenal luas oleh masyarakat dan hingga kancah internasional,” katanya. (inu)
Editor : Heru Pratomo