Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ngayogjazz Bawa Konsep Musik Jazz ke Desa, Hadirkan Spirit Musik Untuk Semua Hingga Gerakan Perekonomian UMKM Lokal

Fahmi Fahriza • Minggu, 17 November 2024 | 16:07 WIB

 

Para pengunjung menikmati berbagai hiburan di Ngayogjazz 2024 yang berlangsung di Pedukuhan Kalimundu, Gadingharjo, Sanden, Bantul
Para pengunjung menikmati berbagai hiburan di Ngayogjazz 2024 yang berlangsung di Pedukuhan Kalimundu, Gadingharjo, Sanden, Bantul
BANTUL, RADAR JOGJA - Agenda tahunan Ngayogjazz kembali dihelat, pada tahun 2024.

Kali ini berlokasi di Pedukuhan Kalimundu, Gadingharjo, Sanden, Bantul. Belasan penampil menghibur para pengunjung, yang tersebar di total empat titik panggung.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, bahwa secara konsep Ngayogjazz memang diniatkan untuk rotasi venue di setiap tahunnya.

Vinsen menilai, desa-desa yang menjadi venue Ngayogjazz memiliki potensi wisata sekaligus budaya, hal tersebut menurutnya sangat potensial untuk dieksplorasi lebih lanjut.

"Kami mewadahi warga sekitar untuk terlibat aktif, seperti membuka stand UMKM di rumah masing-masing hingga komunitas lokal yang ikut dalam upacara pembukaan," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (16/11).

Diakuinya, musik jazz di Indonesia secara umum masih memiliki stereotip sebagai musik eksklusif yang hanya dinikmati kalangan menengah ke atas.

Lewat Ngayogjazz, ia berharap bahwa stigma tersebut bisa berubah.

Ia sepenuhnya yakin, bahwa musik sejatinya adalah bahasa universal, di mana semua orang bisa menikmatinya, termasuk para warga desa hingga masyarakat yang mungkin masih awam.

"Ini jadi ajang selebrasi dan perluasan musik jazz di semua kalangan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa dengan adanya event di desa-desa, hal tersebut juga membiasakan warga untuk menjalankan sebuah acara secara mandiri.

"Semakin sering acara di desa seperti ini, hospitality mereka kan juga meningkat, itu salah satu tujuan besar kita," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penampil, Leilani Hermiasih atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Frau menuturkan, Ngayogjazz 2024 merupakan kali keempat dirinya untuk ambil bagian sebagai penampil.

Lani, sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa tampil di Ngayogjazz merupakan pengalaman tersendiri, yang jarang bisa didapatkannya di panggung panggung lainnya.

"Vibe dan crowd nya beda dengan tampil di festival lainnya, selalu menyenangkan untuk bisa tampil di Ngayogjazz," bebernya.

Saat tampil di Ngayogjazz, Lani mengaku bisa lebih leluasa untuk eksplorasi dalam penampilannya, meliputi aransemen lagu hingga aksi panggung yang disajikan.

"Ini ajang selebrasi yang tepat untuk eksplorasi hal-hal baru, dengan suasana yang juga hangat dari penonton," ulasnya.

"Ini tadi membawakan 9 lagu, ada beberapa lagu yang jarang dibawakan di festival atau panggung biasa," imbuhnya.

Penuturan lain datang dari salah seorang penonton, Armand Firdaus. Ia mengaku bahwa sejatinya tidak terlalu banyak mengulik musik jazz sebagai seorang penonton, namun baginya Ngayogjazz adalah pengecualian.

"Pertama datang ke Ngayogjazz tahun 2023, ternyata seru dan menarik, jadi sekarang datang lagi, walaupun saya tidak terlalu tahu soal jazz," paparnya.

"Harus diakui, crowd dan suasananya sangat menyenangkan, malah bisa tau musisi baru yang underrated," tambahnya.

Armand menuturkan, Ngayogjazz akan jadi salah satu agenda yang ingin didatangi nya secara rutin ke depan.

"Sejauh ini selalu puas dengan penampilan dan acaranya, pengen bisa datang setiap tahun," tandasnya (iza).

Editor : Bahana.
#Jazz #Ngayogjazz #Yogyakarta #Musik #desa