Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Komunitas Unen Unen, Datangi Desa-Desa Sukarela Ajari Anak-Anak Bermain Instrumen hingga Cipta Lagu

Elang Kharisma Dewangga • Minggu, 17 November 2024 | 06:45 WIB
Mengenal Komunitas Unen Unen, Datangi Desa-Desa Sukarela Ajari Anak-Anak Bermain Instrumen hingga Cipta Lagu
Mengenal Komunitas Unen Unen, Datangi Desa-Desa Sukarela Ajari Anak-Anak Bermain Instrumen hingga Cipta Lagu

 

BANTUL - Semangat edukasi sambil bersenang-senang untuk eksplorasi dalam konteks musik, jadi hal yang setahun belakangan dibawa oleh Komunitas Unen Unen: Klinik Musik Keliling.

 

Anggota Komunitas Unen Unen Anang Saptoto menerangkan, Unen Unen adalah komunitas kolektif yang dijalankan secara sukarela untuk mendatangi kampung hingga desa di wilayah DIJ.

 

"Kami sudah jalan kurang lebih satu tahun, datang ke desa mengajarkan anak-anak main instrumen dan menciptakan lagu," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (16/11).

 Baca Juga: Imbangi PSIM Jogja Pelatih Adhyaksa Farmel FC De Javu, Kembali Akhiri Pertandingan dengan 10 Pemain

"Sejauh ini kami sudah punya lima lagi, jadinya semacam lagu khas dari desa tersebut," ungkapnya.

 

Disebutkan, lagu yang dibuat adalah kolaborasi dari Unen Unen bersama para anak-anak, tema yang diusung seringkali seputar kearifan lokal, hingga hal-hal yang terdapat di desa terkait.

 

"Misalnya membahas soal sungai, hubungan pertemanan mereka, hal-hal yang dekat dan seru-seruan saja," lontarnya.

 

Anang menyadari, bahwa pendidikan musik belum sepenuhnya merata bagi anak-anak, utamanya anak-anak yang berada di desa. Sehingga, kehadiran Unen Unen diniatkan untuk mewadahi anak-anak tersebut.

"Mulai dari gitar, mini piano, biola, sampai cajon kami bawa. Kami kenalkan dan ajari mereka bermain," lontarnya.

 

"Kami ajari dulu teknik dasar-dasar yang mudah dipahami dan mereka coba," sambungnya.

 

Dalam setiap kesempatan, Gabriella mengaku bahwa proses workshop dan pembuatan lagu yang dilakukan tidak selalu mulus. "Kadang anak-anaknya malu, tapi kami bisa pahami itu, karena baru kenal juga kan dengan kami," bebernya.

 Baca Juga: Pemkot Magelang Mendorong Pentingnya Arsip sebagai Transparasi Tata Kelola Pemerintahan

Salah satu peserta workshop Gani Arkan mengaku senang dengan adanya program yang dijalankan oleh Unen Unen. Secara pribadi, ia akhirnya juga tertarik untuk mempelajari instrumen lebih lanjut.

 

"Senang bisa bikin lagu, jadi pengen belajar juga," ucapnya.

 

"Tadi seru main sama teman-teman yang lain juga," pungkasnya (iza).

Editor : Heru Pratomo
#edukasi #instrumen #komunitas #desa #kearifan lokal #bermain #Cipta Lagu