Dipusatkan di Alun-Alun Wates, karnaval berhasil menarik minat masyarakat.
Lantaran, kegiatan dapat mempertunjukkan sini budaya dari berbagai wilayah dengan pengemasan gaya pertunjukan.
"Total ada 24 kontingen dan 6 kontingen tamu, yang berasal dari berbagai daerah," ucap Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Eka Pranyata, saat ditemui Radar Jogja di sela-sela kegiatan, Sabtu (12/10).
Eka menyampaikan, karnaval merupakan kegiatan pertunjukan hiburan masyarakat dengan mempersembahkan berbagai karya seni dan budaya.
Dikemas seperti kirab dengan berjalan dari Alun-alun Wates hingga Taman Budaya Kulon Progo (TBK), berhasil menarik perhatian masyarakat. Lantaran, banyak hal baru yang ditampilkan pada karnaval di tahun ini.
Pada karnaval kali ini, ada 30 kontingen yang mengikuti. Tak hanya berasal dari Kulon Progo, kontingen dari kabupaten kota di DIJ juga ikut serta.
Terdapat juga kontingen yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sumatera. Sehingga, penampilan dari mereka memberikan warna baru dalam karnaval.
Ditandai dengan pelepasan burung oleh Pj Bupati Kulon Progo, karnaval MAF 2024 digelar secara meriah.
Ribuan masyarakat memadati alun-alun hingga sepanjang jalan menuju TBK. Sedangkan, penampilan utama berada di panggung penghormatan yang terletak di depan Rumah Dinas Bupati Kulon Progo.
Berbagai kontingen menampilkan tarian, seni musik, dan pertunjukan yang dikemas menjadi tampilan kolosal.
"Dapat diikuti pegiat seni di seluruh Indonesia, dengan tujuan pengenalan serta pelestariam," tuturnya.
Eka menyampaikan, karnaval tak hanya menyangkut peringatan Hari Jadi Kulon Progo ke-73.
Namun, memiliki tujuan dalam mengenalkan kebudayaan yang berasal dari Kulon Progo, maupun daerah lain. Sehingga, sangat wajar jika diikutkan kontingen dari berbagai daerah.
Pengenalan kebudayaan melalui penampilan visual diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dengan cara yang mudah diterima. Pengenalan kedbudayaan juga merupakan upaya pelestarian nilai-nilai budaya.
Dengan harapan, masyarakat dapat tergugah untuk ikut serta dalam melestarikan kebudayaan.
"Karena berasal dari berbagai daerah, karnaval merupakan wadah untuk membangun hubungan antar daerah," ujarnya.
Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, karnaval rutin selalu dinanti oleh masyarakat setiap tahunnya.
Melalui kegiatan karnaval, masyarakat dapat menarik nilai-nilai kebudayaan yang berkembang di Kulon Progo maupun daerah lainnya.
"Potensi seni dan budaya harus kita tangkap serta lestarikan," ucapnya.
Perkembangan teknologi di era globalisasi, membuat budaya yang telah mengakar berpotensi hilang.
Melalui karnaval, masyarakat diajak kembali mengenal kebudayaan yang telah mengakar. Sekaligus mengajak untuk ikut serta dalam pelestarian budaya.
Salah satu penampilan yang membius penonton dipanggung penghormatan, berupa tampilan dari Mila Art Dance.
Mengusung tema tarian Sembadra, kontingen tamu ini berhasil memperlihatkan tarian kolosal dengan penggunaan properti dan busana yang mencolok.
Ikut serta dalam menampilkan pertunjukan Founder Mila Art Dance Mila Rosinta Totoatmojo menyampaikan perihal antusiasnya. Kelompoknya sangat antusias dengan penampilan mereka.
"Sangat antusias, dan persiapan kami cukup matang," ucapnya.
Mila menyampaikan, dalam mempersiapkan penampilan, pihaknya membuat konsep yang tak biasa.
Lantaran, pertunjukan biasanya dilakukan di ruang tertutup. Sedangkan, di MAF dirinya harus menampilkan di ruang terbuka dengan taetap sama menggagas tarian.
Seakan menjadi tantangan tersendiri, penampilan di ruang terbuka harus memperhatikan energi. Selain itu, penggunaan kostum dan peralatan pendukung juga diperhatikan.
Alasannya untuk menunjang penampilan yang dapat menghibur masyarakat luas. (gas)
Editor : Bahana.