MUNGKID - Ribuan umat Buddha mengikuti prosesi Asalha Mahapuja dengan berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Minggu (14/7/2024).
Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk perenungan terhadap keluhuran Sang Buddha.
Sekaligus mengingatkan pada satu peristiwa penting, yakni ketika Sang Buddha membabarkan Dhamma dan ajarannya.
Kirab dimulai dari Candi Mendut sekitar pukul 14.00.
Diawali dengan mobil pembawa replika lambang Pancasila.
Disusul dengan beberapa peserta yang mengenakan pakaian adat, pembawa bendera, pembawa kitab suci, kesenian, kereta kencana, gunungan hasil bumi, para biksu, dan umat.
Meski cuaca terik, tapi tak menyurutkan semangat para umat Buddha untuk ikut serta dalam rombongan kirab.
Masyarakat setempat tak ketinggalan untuk menyaksikan momentum tersebut.
Sebab banyak masyarakat yang memenuhi sisi kanan dan kiri jalan, sepanjang Candi Mendut ke Candi Borobudur.
Apalagi ada satu hal yang menyita perhatian mereka.
Yakni dua kereta kencana berbahan logam yang dirancang khusus oleh Bante Sri Pannavaro Mahathera dan dibuat oleh Sanggar Nakula Sadewa Magelang.
Kereta berwarna keemasan ini merupakan paduan harmoni antara unsur budaya nasional dan Buddhis dari negara ASEAN.
Kereta tersebut membawa kitab suci Tipitaka saat perjalanan bakti dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Bhante Subhapanno Mahathera menjelaskan, prosesi kirab ini merupakan satu kebiasaan baik dan mulia.
Utamanya sebagai suatu penghormatan kepada Sang Buddha.
"Kirab ini kemungkinan diikuti 8.000 sampai 10.000 umat Buddha," bebernya.
Dia mengatakan, para biksu dan umat Buddha tidak hanya sekadar berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
Akan tetapi, mereka berjalan dengan meditatif. Memiliki keyakinan sungguh-sungguh dan konsentrasi penuh demi merenungkan keluhuran Buddha.
Sepanjang perjalanan, para umat Buddha melakukan perenungan untuk meningkatkan kualitas batin mereka sendiri.
Dengan mengembangkan batin yang murni dan bersih dari benci, iri, serta dengki.
"Kalau kita bisa membersihkan batin, kita bisa tenang, murni, dan damai," terangnya.
Dia menambahkan, Asalha Mahapuja sejatinya untuk memperingati hari pertama Sang Buddha membabarkan Dhamma atau ajarannya.
Dia berharap, umat Buddha senantiasa meningkatkan moralitasnya.
Sebab mereka memiliki sila yang baik dan kokoh.
Kirab ini menjadi penutup dari rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting.
Begitu biksu dan umat Buddha tiba di Candi Borobudur, mereka mengikuti Puja Bhakti Agung Asadha.
Pesan Dharma akan disampaikan oleh Sanghapamokkha Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera.
Editor : Bahana.