Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di seluruh Dunia, Ada Festival Pertarungan Makanan yang Menyenangkan, Dari Jeruk hingga Tomat

Bahana. • Rabu, 15 November 2023 | 21:04 WIB
Festival perang makanan di seluruh dunia ini mengundang para wisatawan asing untuk ikut menjadi partisipan (sumber: pinterest/Tripoto - A Global Community Of Travellers)
Festival perang makanan di seluruh dunia ini mengundang para wisatawan asing untuk ikut menjadi partisipan (sumber: pinterest/Tripoto - A Global Community Of Travellers)

RADAR JOGJA – Melempar makanan, terjun ke dalamnya, bahkan juga berenang di dalamnya, adalah unsur-unsur yang membentuk festival-festival di seluruh dunia yang mengajak orang-orang untuk bersenang-senang dengan makanan.

Meski pada dasarnya ide-ide tersebut bertujuan sebagai hiburan semata, banyak juga di antaranya yang memiliki nuansa budaya dan juga diadakan sebagai bagian dari sebuah tradisi keagamaan atau untuk memperingati peristiwa bersejarah yang ikonik.

Kegiatan-kegiatan ini sudah menjadi popular dan juga menjadi daya tarik wisatawan untuk mereka yang ingin merasakan pengalaman lokal yang unik.

Berikut adalah beberapa perayaan tahunan yang paling cocok digambarkan sebagai perayaan bermain-main dengan makanan.

1. Battagila delle Arance, Ivrea, Italia

Disebut sebagai ‘Pertempuran Jeruk,’ karena festival ini berasal dari sebuah kota yang bernama Ivrea yang terletak di Negara Italia Utara dan merupakan suatu perayaan pertarungan makanan tertua di Italia sejak abad ke-12.

Pilihan senjata pada festival ini sudah mengalami evolusi sepanjang waktu, dengan itu maka jeruk menjadi pilihan pada abad ke-19.

Festival jeruk ini diadakan pada setiap bulan Februari. Sebelum jeruk, pertarungan makanan ini juga melibatkan apel, dan sebelumnya juga dengan kacang-kacangan.

Festival ini bukan hanya sekedar perayaan untuk bersenang-senang saja; sebelumnya, pertarungan makanan ini juga dirayakan sebagai penghormatan terhadap pembebasan kota dari kekuasaan tiran yang sangat kejam, juga pernah memenggal kepala seorang gadis muda yang berusaha diajaknya.

2. Festival Els Enfarinats, Kota Ibi di Alicante, Spanyol

Meski tidak se-terkenal festival Tomatino, festival tahunan di Spanyol ini mempunyai ciri khas berdandan dengan pakaian militer dan juga pertisipan yang saling melempar telur dan juga tepung.

Acara yang diselenggarakan setiap tanggal 28 Desember sebagai bagian dari perayaan ‘Days of the Innocents’, dan juga memiliki tradisi yang telah ada selama lebih dari 200 tahun.

Festival ini juga terkait dengan Pesta Orang Bodoh kuno dan menawarkan pengalaman yang cukup unik serta berbeda bagi para pesertanya.

3. La Merengada (Perang Meringue), Vilanova I La Geltrú, Catalonia, Spanyol

Bagian penting dari karnaval Spanyol adalah festival tradisional yang disebut Batalla de Caramelos, atau pertarungan permen.

Parade band kuningan, tarian selendang tradisional, dan adegan anak-anak yang saling melemparkan permen membuat festival menjadi lebih meriah.

Di Plaza de la Villa, acara mencapai puncaknya saat penonton menikmati musik dan berbagi permen dengan orang-orang di sekitarnya.

4. La Tomatina, Spanyol

Salah satu festival terkenal di daftar ini adalah Tomatina, yang diadakan di Buñol, Valencia, Spanyol.

Setiap tahun, ribuan orang datang ke festival dari seluruh dunia. Selama perayaan, orang-orang saling melempar tomat yang sudah hancur, menciptakan suasana yang menyenangkan.

Pada akhirnya, orang-orang bermandikan saus tomat dan bahkan berenang di dalamnya saat banjir tomat membanjiri jalan.

Peristiwa ini bermula pada tahun 1945 ketika orang-orang di sekitar melihat hewan menyerang semangka di sebuah parade, dan mereka melempar tomat.

Terlepas dari fakta bahwa itu awalnya tidak mencapai tujuan, peristiwa tersebut memicu tradisi lempar tomat yang sekarang menjadi ikonik. Setiap akhir bulan Agustus, Tomatina diadakan.

5. Batalla del Vino, Spanyol

Terletak di kota Haro, Spanyol Utara, festival ini menjadi ajang perayaan setiap musim panas, tepatnya pada tanggal 29 Juni.

Semua orang diundang untuk menikmati banyak anggur. Mereka bahkan diundang untuk bermain permainan seru di mana mereka harus menuangkan ember anggur satu sama lain.

Pada 29 Juni, hari Santo San Pedro, acara dimulai dengan prosesi yang dipimpin oleh orang-orang berpakaian putih dan memakai syal merah, membawa botol, kendi, dan ember anggur.

Mayoritas, walikota memimpin prosesi, yang biasanya diiringi oleh seekor kuda. Rombongan menuju Pertapaan San Felices de Bilibio untuk menghadiri misa.

Setelah itu, perayaan mulai, di mana orang-orang berendam dalam anggur dengan senang hati.
(Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja)

Editor : Bahana.
#makanan #februari #festival #Wisatawan #kota