RADAR JOGJA - Pondok Pesantren Minggir, Sleman, yang dipimpin oleh KH Ahmad Muwafiq , akan menjadi saksi peringatan puncak Maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh harmoni seni Minggu (15/10) malam. Acara ini akan diramaikan oleh kelompok bernama "Mafia Shalawat," yang berasal dari Semarang.
Mafia Shalawat, yang nama singkatnya adalah akronim dari "Manunggaling Fikiran lan Ati" (bersatunya pikiran dan hati), telah menjadi fenomena dalam dunia selawat. Kelompok ini, yang didirikan oleh Muhammad Ali Shodiqin, atau Gus Ali Gondrong. Penampilan mereka telah menarik perhatian jutaan orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Tiongkok, dan bahkan Korea Selatan.
Apa yang membuat Mafia Shalawat begitu istimewa? Karena segmentasinya yang sangat inklusif. Mereka menyatukan orang-orang dari kalangan pinggiran atau marginal, termasuk mantan preman, pecandu narkoba, pemabuk, pekerja seks, dan bahkan mantan pembunuh.
Gus Muwafiq sendiri menjelaskan alasannya mengundang Mafia Shalawat untuk mengisi Maulidan di Ponpesnya, "Orang-orang seperti mereka (marginal) juga adalah umat Rasulullah yang membutuhkan perhatian. Umat Rasulullah tidak harus memiliki satu warna."
Sejalan dengan prinsip inklusifitas tersebut, Pondok Pesantren Minggir, yang terletak di Kecamatan Minggir, Sleman, juga berupaya merangkul orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat.
Selain Mafia Shalawat, puncak peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Minggir juga akan dimeriahkan oleh Grup Rebana Al Banjari Kubah Ireng dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.
"Saya adalah bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), sehingga saya harus menjalin hubungan dengan akar-akar NU, seperti Pondok Pesantren Tebu Ireng yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari," kata Gus Muwafiq.
Baca Juga: Akhir Pekan Ini Gus Muwafiq dan Joko Pinurbo Akan Bacakan Puisi di Ponpes Minggir
Pada malam puncak, Gus Muwafiq juga akan memberikan pidato kebudayaan yang akan menjadi puncak acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Ponpes Minggir, Sleman.
Pada malam sebelumnya, Sabtu, 14 Oktober, perayaan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Minggir akan diramaikan oleh berbagai pertunjukan seni. Salah satunya adalah penampilan kelompok Gamelan Kontemporer Ki Ageng Ganjur yang dipimpin oleh Sastro Al Ngatawi. Kelompok gamelan ini tengah mempersiapkan diri untuk tur internasional ke Eropa dan Timur Tengah.
Selain itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Gus Muwafiq juga akan menampilkan beragam pertunjukan musik dari seniman dengan berbagai genre.
Ini termasuk penampilan selawat dengan genre rock oleh Gus Zi, penampilan musisi Merlisto yang dikenal dengan banyak musik-musik covernya di YouTube, serta kehadiran grup musik dangdut akustik dari Jepara dan grup musik Rest Area Batang yang turut memeriahkan acara tersebut.
"Semua ini adalah umat Rasulullah. Umat Rasulullah memiliki berbagai warna, jadi kami mengundang semua, mulai dari selawat, gamelan, rock, hingga dangdut," kata KH Muwafiq.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Gus Muwafiq adalah sebuah perayaan seni yang memadukan berbagai warna budaya dan musik, mencerminkan keberagaman dan inklusifitas yang menjadi ciri khas pondok pesantren ini. Melalui acara ini, mereka merayakan kedekatan dengan Allah dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dalam beragam cara yang mempesona.
Editor : Heru Pratomo