Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Lomba Berkicau Murai Batu Hingga Cucak Hijau, FKH UGM Edukasi Pentingnya Pelestarian Burung

Wulan Yanuarwati • Minggu, 20 Agustus 2023 | 20:43 WIB
KICAU: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) menyelenggarakan lomba burung berkicau dalam rangka Dies Natalis ke-77, Minggu (20/8/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
KICAU: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) menyelenggarakan lomba burung berkicau dalam rangka Dies Natalis ke-77, Minggu (20/8/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) menyelenggarakan lomba burung berkicau. Kegiatan merupakan serangkaian acara Dies Natalis FKH UGM ke-77 tahun. Kegiatan terbuka bagi para kicau mania dan memperebutkan piala Dekan FKH UGM.

Wakil Ketua Dies Natalis FKH UGM Dwi Priyowidodo mengatakan, lomba burung berkicau sudah diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Lomba burung berkicau menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari FKH UGM meski sempat terhenti karena pandemi Covid-19.

"Mengapa burung berkicau, karena kami tahu ngetren dan hampir semua kalangan memelihara. Kami juga ingin mengenalkan apa itu kedokteran hewan kepada masyarakat," ujarnya di sela-sela acara di Lapangan FKH UGM, Minggu (20/8/2023).

Dwi menyebut, saat ini populasi burung mengalami penurunan drastis, cenderung sangat memprihatinkan. Kondisi ini terjadi karena pembangunan yang masif sehingga banyak pohon ditebang dan burung kehilangan rumah.

"Acara juga sekaligus edukasi ke masyarakat, bahwa kita tidak sekedar memelihara burung. Tapi, ada keterlanjutannya, sehingga ada upaya untuk melestarikan itu," jelasnya.

Di sisi lain, Dwi juga menyebut pentingnya penangkaran burung yang menjadi salah satu solusi agar habitat burung tidak musnah. Sebab, burung juga menjadi salah satu rantai makanan yang memiliki fungsi yang sangat penting. Oleh sebab itu, penting dilakukan edukasi pentingnya pelestarian burung.

"Masing-masing punya fungsi, kalau kita mengingat lagi rantai pakan (makanan) selalu punya peran. Cuma kadang tidak disadari," ujarnya.

"Ketika ada yang hilang, jadi mempengaruhi rantai makanan. Masing-masing hewan mempunyai fungsinya. Bisa terjadi ketidakseimbangan, misal ular akhirnya makan yang lain," lanjutnya.

Sementara itu, Juri Independen Jogjakarta Lilik Nuryahya mengatakan, kegiatan sudah dilakukan secara rutin untuk menyemarakkan Dies Natalis FKH UGM. Beberapa jenis burung dilombakan dan dinilai oleh tim dewan juri dengan pelbagai indikator penilaian yang sudah ditetapkan.

"Acara rutin setiap tahun. Burung yang diikutkan mulai dari murai batu, cucak hijau, kacer, cendat, kenari, dan branjangan," ujarnya.

Diketahui, peserta berasal dari dalam dan luar DIY, diantaranya Klaten hingga Semarang. Mereka memperebutkan trofi dari Dekan FKH UGM, sertifikat dan mendapatkan uang pembinaan.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menjaring potensi burung serta sebagai upaya pelestarian dan penangkaran burung. Selain itu juga sebagai ajang silaturahmi antar kicau mania.

"Kami berharap kegiatan meningkatkan kerjasama cukup lama dengan FKG UGM. Harapan kami juga para pemain dari tahun ke tahun meningkat, sehingga bisa berpartisipasi dan memeriahkan acara selanjutnya," ujarnya. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#rantai makanan #cucak hijau #burung berkicau #murai batu