BANTUL - Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta kembali menggelar Djogjantique Day (DAD) #7 di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari, 4 dan 5 Agustus 2023.
Ketua MACI Yogyakarta Admaji Apriliyanto mengatakan, Djogjantique adalah rangkaian acara dari HUT ke-36 MACI Jogja. DAD #7 kali ini mengusung tema Stasioner, yang bermakna stabil, imbang, dan tenang.
"Acara ini berlangsung setiap tahun," tegasnya saat ditemui Radar Jogja di JEC Jumat (4/8).
Admaji menuturkan, DAD merupakan acara nasional. Pesertanya dari dalam dan luar negeri.
Menurunya, parkir barat JEC dipilih sebagai lokasi karena acara itu melibatkan banyak klub motor antik dari dalam maupun luar negeri. Acara ini memang tidak ada kontes. Namun, motor yang masuk kategori antik bakal ditata agar masyarakat bisa melihatnya secara detail.
"Semua itu untuk mengedukasi masyarakat terkait motor antik. Penataan motor juga bakal menyesuaikan pabrikannya," ucapnya.
Admaji juga menerangkan, acara DDA didukung Dinas Pariwisata DIY. Di mana, acara tersebut banyak melibatkan berbagai kalangan. Di antaranya, UMKM, bursa motor antik hingga sparepart motor antik, kesenian, tradisi, dan live performance art dari pelukis terkenal Jogja Nasirun.
"Semoga acara ini bisa memberikan sumbangsih yang positif. Dan memberikan manfaat untuk masyarakat luar maupun sekitar," jelasnya.
Ketua Panitia DAD #7 Albertus Anton Renaldi mengatakan, banyak orang yang sangat antusias dengan acara tersebut. Sementara ini, peserta yang hadir ada dari Bali, Jakarta, Aceh, Cirebon ,hingga Lombok. Selain itu, ada juga bikers dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailand.
Salah seorang pengunjung dari NTB Masthur Arya mengaku sengaja datang ke acara ini karena menyukai motor-motor klasik. "Karena berbagai macam koleksi-koleksi dari para kolektor itu berkumpul di acara ini," ujarnya.
Masthur menjelaskan, setiap tahun datang di acara itu. Sebab, dalam acara itu dia bisa mengetahui onderdil-onderdil yang tidak dijual di tempat lain.
"Jadi, semua kumpul di sini. Kalau mau cari onderdil-onderdil motor lawas, di sini lengkap," tuturnya.
Masthur berharap acara itu terus dijaga. Sebab, semakin lama motor antik semakin banyak peminatnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad