RADAR JOGJA - Kepulangan yang awalnya terasa sebagai hukuman, berubah menjadi perjalanan jatuh cinta. Itu yang ditawarkan trailer resmi film musikal Batak PULANG KAMPUNG yang baru dirilis. Film garapan penulis dan sutradara Bene Dion Rajagukguk ini siap menyapa bioskop mulai 26 November 2026.
Trailer dibuka dengan sosok Daniel yang diperankan Axelo Nababan. Ia adalah pemuda Batak yang lahir dan besar di Jakarta, jauh dari akar budayanya. Daniel dipaksa pulang kampung ke kawasan Danau Toba atas perintah sang ayah, bukan untuk liburan, melainkan untuk sebuah misi: belajar adat dan budaya Batak sebagai bekal untuk maju menjadi calon anggota legislatif.
Di tanah leluhurnya, Daniel tidak sendiri. Ia ditemani Uli, sepupunya yang diperankan Vanessa Simorangkir, yang sejak lama tinggal di Danau Toba. Uli lah yang menjadi pemandu, mengenalkan Daniel pada pelabuhan, jalan-jalan desa, bentang alam Toba yang megah, hingga nilai-nilai kekeluargaan Batak yang kental.
Chemistry keduanya menjadi kunci trailer. Perjalanan yang awalnya canggung, pelan-pelan berubah menjadi kedekatan yang menggemaskan dan penuh tawa. Konflik manis pun muncul, Daniel yang niat awalnya hanya ingin memenuhi perintah ayah untuk belajar budaya, ternyata justru jatuh hati pada dua hal sekaligus: budaya Bataknya sendiri, dan pada Uli.
Yang membuat PULANG KAMPUNG berbeda, film ini dikemas sebagai film musikal. Adegan bernyanyi dan menari bersama puluhan pemain hadir di tengah keindahan Danau Toba, diiringi lagu-lagu Batak yang riang dan familiar. Musik bukan sekadar tempelan, melainkan napas dari ceritanya.
Sang sutradara, Bene Dion Rajagukguk, mengungkapkan proses kreatifnya justru berangkat dari musik itu sendiri.
“Cerita PULANG KAMPUNG berangkat dari lagu-lagunya, lalu saya mulai menulis perjalanan Daniel dan Uli dari sana. Harapannya, penonton bisa menikmati musiknya sekaligus mengikuti kisah mereka, termasuk yang belum akrab dengan lagu-lagu Batak,” ujar Bene Dion.
Dengan balutan komedi, romansa, dan musikalitas Batak yang kuat, PULANG KAMPUNG tidak hanya menawarkan kisah cinta sepupu yang penuh dilema, tetapi juga ajakan untuk kembali mengenal kampung halaman.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber