JAKARTA - Tulus kembali menyapa pendengar melalui single terbarunya, “Teh Hijau”, yang dirilis pada 30 Juni 2026. Setelah sekitar empat tahun sejak album Manusia, lagu ini hadir dengan warna musik yang hangat dan ringan, tetapi membawa cerita tentang fase kehidupan yang tidak selalu mudah dijelaskan.
“Teh Hijau” mengangkat cerita tentang seseorang yang sedang berada dalam fase kehampaan. Berbagai cara dilakukan untuk mengembalikan semangat, mulai dari menikmati alam, mencoba hal baru, hingga keluar dari rutinitas. Namun, tidak semua saran tersebut langsung mampu mengubah keadaan.
Hal tersebut membuat lagu ini terasa dekat dengan kehidupan anak muda, termasuk Gen Z yang kerap menghadapi berbagai tuntutan dalam keseharian. Kehampaan dalam lagu tidak hanya berkaitan dengan hubungan asmara, tetapi juga kondisi ketika seseorang kehilangan antusiasme terhadap berbagai hal.
Bagian lagu yang menggambarkan kesulitan untuk membuka hati dapat dimaknai lebih luas sebagai keadaan ketika seseorang belum siap menerima sesuatu yang baru. Tulus tidak menggambarkan kondisi tersebut sebagai sesuatu yang harus segera diselesaikan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan yang membutuhkan waktu.
Menariknya, judul “Teh Hijau” sendiri bukan sekadar nama minuman. Teh hijau digunakan sebagai gambaran tentang hal sederhana yang masih dapat dinikmati dan dikendalikan ketika keadaan terasa tidak menentu. Pesan tersebut membuat lagu ini membawa suasana reflektif tanpa terasa terlalu berat.
Sejak dirilis, “Teh Hijau” mendapat perhatian pendengar dan sempat masuk jajaran musik yang banyak didengarkan di Indonesia. Lagu tersebut juga menjadi salah satu lagu Indonesia yang tercatat dalam daftar putar populer pada September 2026.
Bagi Gen Z, “Teh Hijau” dapat menjadi lebih dari sekadar lagu untuk menemani aktivitas.
Pesannya tentang memberi waktu kepada diri sendiri dan menerima proses kehidupan membuat lagu ini mudah dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari.
Baca Juga: Prediksi Skor Ceko vs Kroasia di UEFA Nations League, Vatreni Menang
Melalui “Teh Hijau”, Tulus seolah mengingatkan bahwa tidak semua fase kehidupan harus segera memiliki jawaban.
Ada kalanya seseorang hanya perlu berhenti sejenak, menikmati hal-hal sederhana, dan memberi ruang bagi dirinya sendiri hingga menemukan kembali semangatnya. (Frencia Keliat)
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber