Bukan Cuman Soal Main Game, Roblox Kini Disorot Karena Keamanan Anak di Dunia Virtual

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi anak sedang bermain gim Roblox melalui perangkat digital. Ilustrasi dibuat menggunakan AI.
Ilustrasi anak sedang bermain gim Roblox melalui perangkat digital. Ilustrasi dibuat menggunakan AI.

 RADAR JOGJA – Bermain Roblox bagi sebagian anak dan remaja bukan sekadar menghabiskan waktu dengan gim. Platform tersebut juga menjadi ruang untuk membuat karakter, mencoba berbagai permainan, hingga berinteraksi dengan pengguna lain.

Namun, semakin banyak anak yang menggunakan ruang digital, semakin besar pula perhatian terhadap keamanannya. Hal inilah yang kembali menjadi sorotan pemerintah Indonesia dalam pertemuan dengan pihak Roblox.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan Co-Founder sekaligus CEO Roblox David Baszucki di kantor pusat Roblox, Silicon Valley, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penerapan aturan perlindungan anak di ruang digital Indonesia.

Pemerintah menekankan agar ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS tidak berhenti pada pemenuhan aturan secara administratif.

Artinya, aturan tersebut perlu terlihat dalam cara sebuah platform merancang fitur dan mengatur pengalaman penggunanya, terutama ketika penggunanya masih berusia anak.

Baca Juga: De Britto Bidik Final DBL Yogyakarta 2026, Kekompakan Jadi Senjata Utama

Roblox sebelumnya sudah menerapkan sejumlah perubahan untuk pengguna di Indonesia. Platform tersebut menggunakan teknologi facial age estimation untuk membantu memperkirakan usia pengguna. Selain itu, tersedia pengaturan berdasarkan kelompok usia melalui Roblox Kids dan Roblox Select.

Fitur komunikasi bagi pengguna anak juga menjadi perhatian. Pemerintah meminta Roblox memperkuat pembatasan interaksi antara anak dengan orang yang tidak dikenal. Risiko komunikasi yang berpindah dari dalam platform ke layanan lain juga diminta untuk ditekan.

Hal tersebut menjadi penting karena Roblox memiliki jumlah pengguna anak yang cukup besar di Indonesia. Dalam evaluasi enam bulan penerapan PP TUNAS, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sekitar 23 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun telah secara otomatis dialihkan ke pengaturan perlindungan yang lebih ketat.

Secara keseluruhan, pemerintah menyebut sekitar 28 juta akun anak di Indonesia telah mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko ruang digital melalui penerapan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Sempat Jadi Target Manchester United, Lewis Hall: Bertahan di Newcastle adalah Keputusan yang Tepat

Bagi pengguna muda, perubahan ini mungkin terasa seperti tambahan aturan ketika bermain. Padahal, persoalan yang dihadapi bukan hanya mengenai gim apa yang bisa dimainkan, tetapi juga dengan siapa mereka dapat berkomunikasi dan bagaimana data serta aktivitas mereka dilindungi.

Pemerintah juga mendorong Roblox menggunakan pendekatan safety-by-design. Konsep tersebut menempatkan keamanan sebagai bagian dari proses pembuatan produk sejak awal, bukan baru diperbaiki setelah muncul persoalan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Roblox menyampaikan keterbukaan untuk menyesuaikan produknya dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah juga mendorong adanya penguatan kehadiran Roblox di Indonesia agar koordinasi dan pemantauan penerapan kebijakan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia gim online kini tidak bisa sepenuhnya dipisahkan dari isu keamanan digital. Ketika anak-anak semakin aktif berada di ruang virtual, perlindungan mereka juga harus mengikuti perkembangan teknologi.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Bawa Edukasi Berkendara Melalui Seminar Kolaborasi

Roblox pada akhirnya bukan hanya menjadi tempat bermain. Platform tersebut juga menjadi contoh bagaimana ruang hiburan digital harus beradaptasi ketika penggunanya didominasi generasi muda yang membutuhkan perlindungan lebih kuat.

Bagi anak dan remaja, bermain tetap menjadi bagian yang menyenangkan. Namun, di balik karakter virtual dan berbagai gim yang tersedia, keamanan saat berinteraksi di dunia digital tetap menjadi hal yang tidak kalah penting.

(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Sumber : Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), 22 September 2026 dan evaluasi penerapan PP TUNAS.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
membuat karakter Roblox menghabiskan waktu remaja pemerintah indonesia