SLEMAN - Suasana hangat dan gelak tawa mewarnai Media Gathering film Operasi Pesta Copet yang berlangsung di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Selasa (25/8/2026). Para sineas dan pemeran utama, Ernest Prakasa, Edy Khemod, Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, hingga Kawai Labiba, hadir menyapa insan media dengan deretan cerita unik di balik layar.
Bagi Imajinari, Operasi Pesta Copet bukan sekadar proyek film biasa. Ernest Prakasa menegaskan bahwa karya drama komedi berbalut elemen heist ini menjadi produksi dengan tingkat kesulitan paling tinggi sejak rumah produksi tersebut berdiri.
"Ini mungkin film paling rumit yang pernah kami kerjakan. Banyak sekali elemen teknis yang harus dikontrol," ungkap Ernest.
Meski begitu, ia bersyukur seluruh tim dan jajaran pemeran tampil solid untuk mewujudkan cerita yang segar bagi penonton.
Salah satu cerita paling menarik datang dari proses persiapan para pemain. Sutradara Edy Khemod bersama produser menginginkan setiap adegan pencopetan terasa sangat nyata tanpa mengandalkan trik kamera atau kebohongan editing.
Baca Juga: Liverpool Tegaskan Tak Akan Rekrut Gelandang Bertahan, Andoni Iraola Fokus Perbaiki Sistem Tim
Iqbaal Ramadhan yang memerankan karakter Ijal menceritakan bagaimana ia dan rekan-rekannya dilatih secara khusus oleh pesulap profesional. Mereka digembleng untuk menguasai teknik pengalihan perhatian (distraction) hingga memperkuat kelincahan dua jari.
"Koko (Ernest) mewajibkan kami beneran bisa mencopet dalam satu gerakan utuh yang terekam kamera. Jadi kami diajari langsung oleh pesulap yang menguasai teknik pickpocket," seloroh Iqbaal sambil meragakan gerakan kelenturan tangannya.
Penguasaan teknik tersebut begitu matang hingga saat proses pengambilan gambar berlangsung, sutradara kerap meminta para aktor untuk meredam kecepatan tangan mereka agar pergerakannya tetap bisa ditangkap oleh lensa kamera.
Tak hanya kelincahan tangan, chemistry antar pemain juga terbentuk dengan sangat alami. Kawai Labiba (Melodi) mengaku sangat terbantu oleh sikap terbuka dari seluruh tim selama proses latihan. Menurutnya, ikatan keakraban yang terjalin saat membaca naskah terbawa hingga ke depan layar.
Baca Juga: Kemhan Berikan Pernyataan Terkait Penggunaan Hijab Bagi Mahasiswa UNHAN RI
Di sisi lain, tekanan cukup berat sempat dirasakan oleh Zulfa Maharani (Tia) dan Kristo Immanuel (Adut). Bagi Zulfa, bermain dalam film komedi merupakan tantangan baru yang menuntut penyelarasan ritme humor. Sementara bagi Kristo, memikul peran yang menjadi poros humor cerita memberikannya dinamika tersendiri. Beruntung, keberadaan konsultan komedi di lokasi syuting dan diskusi yang cair antarpemain membuat setiap beban tersebut terasa lebih ringan.
Selain berakting sebagai Ijal, Iqbaal Ramadhan juga mengambil peran di balik layar sebagai salah satu produser yang fokus pada strategi pemasaran. Pengalaman ini menjadi ruang belajar baru baginya dalam memahami industri perfilman secara lebih utuh.
Film Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai Kamis, 27 Agustus 2026. Kisah para pencopet amatir ini siap menghadirkan gelak tawa sekaligus pengalaman menonton yang menegangkan.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja