Dua Bulan Kejar Hafalan Ayat Suci Hingga Sempat Frustrasi, Balada Pemain Film Munafik: Melawan Iblis

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:53 WIB
Pemain film Munafik: Melawan Iblis, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, dan Donny Damara ditemui di Sleman pada Sabtu (15/8/2026). 
Pemain film Munafik: Melawan Iblis, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, dan Donny Damara ditemui di Sleman pada Sabtu (15/8/2026). 

SLEMAN — Di balik layar pembuatan adaptation film horor fenomenal Munafik, tersimpan dedikasi dan pergulatan batin yang begitu mendalam dari para pemerannya. 

Ditemui di Sleman pada Sabtu (15/8/2026), jajaran pemain film Munafik: Melawan Iblis seperti Donny Damara, Dimas Aditya, dan Faqih Alaydrus membagikan kisah emosional mereka saat menembus batas kemampuan demi menghidupkan karakter secara sempurna.

Salah satu tantangan paling berat yang dirasakan para aktor adalah keharusan menghafal bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan lafal ruqyah dalam tenggat waktu yang sangat singkat.

Hanya dalam kurun waktu dua bulan, mereka diwajibkan menyetorkan hafalan setiap hari kepada seorang ustaz pembimbing.

Baca Juga: Bernardo Tavares Ingin Manfaatkan Laga Lawan Penang FC dengan Semaksimal Mungkin

“Ada momen-momen di mana kita merasa sangat tertekan dan hampir putus asa (desperation moment). Waktu dua bulan itu terasa sangat sempit untuk mengejar standar hafalan yang sempurna,” ungkap Dimas Aditya. 

Ia menceritakan bagaimana mereka harus disiplin melafalkan setiap ayat dengan tajwid dan makhraj yang benar, bahkan harus mengulang dari awal jika terdapat satu kesalahan kecil saja.

Tak hanya urusan teknis hafalan, sutradara juga sangat mendetail dalam memperhatikan visual dan estetika sinematik.

Penyesuaian adegan, seperti pergantian pembaca surat Al-Hasyr di lokasi syuting, dilakukan demi menghasilkan dramatisasi yang kuat namun tetap menjunjung tinggi kaidah syariat.

Baca Juga: Persik Kediri Resmi Umumkan Eks PSBS Biak, Eduardo Barbosa Menjadi Rekrutan Anyar

"Selain itu, adaptasi kultur menjadi elemen krusial dalam versi Indonesia ini. Setting film sengaja memboyong nuansa pesisir Jawa Timur, seperti Pacitan, untuk memperkuat atmosfer lokalitas dan kepercayaan mistis masyarakat setempat," tambah Donny Damara. 

Hal ini menegaskan bahwa karya ini bukan sekadar mengekor atau menjiplak versi aslinya dari Malaysia, melainkan sebuah adaptasi berlisensi yang disesuaikan dengan napas dan budaya Indonesia.

Melalui kerja keras dan pengorbanan batin ini, para pemain berharap penonton kelak tidak hanya mendapatkan sensasi hiburan horor semata, tetapi juga memetik pesan moral dan spiritual mendalam yang disajikan dari hati.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Film Munafik Munafik Indonesia Dimas Aditya film horor donny damara