RADAR JOGJA - Nama Prilly Latuconsina kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Bukan karena film terbaru atau proyek layar kaca, melainkan langkah tak terduga sang artis papan atas yang tertangkap aktif mencari pekerjaan melalui platform profesional LinkedIn.
Prilly bahkan menyalakan badge #OpenToWork, sebuah fitur yang biasanya digunakan pencari kerja aktif.
Aksi tersebut sontak menarik perhatian warganet.
Banyak yang tak menyangka aktris dengan segudang prestasi dan bisnis ini justru membuka diri untuk peluang kerja baru di luar dunia yang selama ini membesarkannya.
Profil LinkedIn Prilly pun ramai dikunjungi, menampilkan riwayat pengalaman kerja yang ditulis rapi serta deskripsi diri yang mencerminkan semangat belajar.
Dalam keterangannya, Prilly menegaskan bahwa langkah tersebut bukan karena minim aktivitas.
“Aku menyalakan badge #OpenToWork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru,” tulis Prilly dalam unggahan LinkedIn-nya, dikutip Senin (26/1/2026).
Selama ini, Prilly dikenal aktif di industri film dan bisnis manajemen.
Ia juga sempat terlibat dalam berbagai peran kreatif, mulai dari aktris, penulis buku, hingga menjadi dosen.
Namun, menurutnya, pengalaman tersebut justru mendorong rasa ingin tahu untuk mencoba ruang yang benar-benar berbeda.
“Selama ini banyak berkutat di industri film dan management business. Sekarang aku penasaran untuk challenge diri di ruang yang berbeda, kayak offline sales experience,” tulisnya lagi.
Dalam unggahan tersebut, Prilly secara terbuka menyebut ketertarikannya untuk menjajal bidang sales.
Ia ingin merasakan langsung bagaimana sebuah produk bertemu dengan konsumennya di lapangan, bukan hanya dari sisi strategi atau manajemen.
“Aku ingin belajar bagaimana manfaat sebuah produk bisa dirasakan langsung oleh konsumen,” tulis Prilly.
Ia pun menambahkan bahwa saat ini dirinya masih berada dalam fase eksplorasi dan terbuka untuk berdiskusi.
“Masih dalam fase eksplorasi dan terbuka untuk ngobrol ya. Happy to connect.”
Langkah Prilly ini muncul tak lama setelah ia mengumumkan keputusannya keluar dari rumah produksi Sinemaku Pictures, perusahaan yang didirikannya bersama Umay Shahab.
“Hari ini, secara resmi aku menyatakan pengunduran diriku dari Sinemaku Pictures, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi,” tulisnya dalam unggahan di Instagram miliknya (19/1/2026).
Keputusan tersebut sempat memicu berbagai spekulasi, meski Prilly memastikan hal itu bukan akhir dari perjalanan kreatifnya.
“Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk memiliki ruang di mana aku dapat memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin aku bangun,” ungkapnya dalam pernyataan terpisah.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap berkarya di industri yang telah membesarkannya.
“Aku akan terus berkarya, melanjutkan cerita-cerita yang ingin aku perjuangkan, di ruang dan cara baru yang lebih baik. Sebagai bentuk kontribusi kepada industri yang telah membesarkanku,” tuturnya.
Sikap terbuka tersebut menuai beragam respons positif dari publik, yang menilai langkah Prilly sebagai bentuk kerendahan hati sekaligus keberanian untuk terus berkembang.
Di tengah citra selebritas yang kerap identik dengan zona nyaman, keputusan Prilly Latuconsina menyalakan badge #OpenToWork menjadi pengingat bahwa proses belajar tak mengenal status.
Sebuah langkah kecil di LinkedIn, namun berdampak besar dalam membuka percakapan tentang keberanian memulai kembali. (Raka Adichandra)
Editor : Meitika Candra Lantiva