RADAR JOGJA - Nama komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik setelah dilaporkan oleh sejumlah oknum ke pihak kepolisian.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penistaan agama yang disebut muncul dalam materi stand-up comedy bertajuk “Mens Rea” yang digelar pada Desember 2025.
Selain itu, Pandji juga menuai perhatian publik karena dalam pertunjukannya turut menyinggung sejumlah pejabat yang masih menjabat di Indonesia.
Kasus yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono bermula dari pertunjukan stand-up comedy bertajuk “Mens Rea” yang digelar pada Desember 2025.
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji membawakan sejumlah materi yang kemudian dinilai oleh sebagian pihak mengandung unsur penistaan agama.
Atas dasar penistaan tersebut, sejumlah pemuda dari NU dan Muhammadiyah.
“Barang bukti berupa sebuah flashdisk isi rekaman, sebuah kertas dengan screenshot, serta sebuah dokumen,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Laporan atas dugaan penistaan tersebut akhirnya memicu perbincangan luas di tengah publik, terutama di berbagai platform media sosial, terutama X.
“Kenapa jadi penistaan agama ya. Kan yang disindir organisasinya, bukan agamanya,” ujar akun X dengan username elan_ty.
“Sepengetahuan saya, polisi itu tidak bisa menerima laporan dengan barang bukti yang ilegal seperti rekaman dari netflix yang disimpan dalam flashdisk,” tulis akun @AbiRizqy22.
Selain warganet, sejumlah figur publik turut memberikan tanggapan atas dugaan penistaan tersebut.
Salah satunya adalah komika Arie Kriting.
Ia menilai para pelapor sebaiknya memahami secara menyeluruh konteks materi stand-up comedy yang disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan “Mens Rea”, sebelum menarik kesimpulan dan membuat laporan.
“Sebenarnya kalau menonton pertunjukkan lengkapnya, Bang Pandji tuh sudah menyampaikan bagaimana Mens Rea dalam bahasa hukum itu bekerja. Sehingga, kalau misalnya teman-teman tadi yang melaporkan silahkan disimak dulu baik-baik deh sebelum melaporkan,” tegas Arie Kriting, dalah unggahan kanal YouTube.
Secara lebih lanjut, terkait laporan atas dugaan penistaan yang dilakukan Pandji sudah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Selain itu, polisi juga akan melakukan pemeriksaan kepada Pandji dalam waktu dekat ini.
“Jadi, kedepannya penyidik akan melakukan klarifikasi baik pada saksi-saksi yang sudah diajukan oleh RA, RW. Kemudian nanti dilakukan analisa dengan barang bukti yang diberikan kepada penyelidik. Kemudian, polda metro jaya menghimbau khususnya Jakarta untuk tetap bijak dalam menyampaikan informasi,” ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak kepada awak media.
Menanggapi adanya laporan tersebut, kemudian Pandji sebagai yang diduga melakukan tindak penistaan agama melalui bahan stand up comedy nya akhirnya buka suara melalui akun instagram pribadinya @pandji.pragiwaksono.
Dirinya mengaku bersyukur karena mendapat banyak dukungan dan doa.
“Hai, apa kabar Indonesia? gua cuma mau bilang terimakasih untuk dukungannya, doanya banyak banget yang ngedoain yang baik-baik ke gua,” ujar Pandji melalui instagram pribadinya, mengutip langsung dari akun instagram pandji.
Tak hanya terkait dugaan penistaan agama, perhatian publik juga tertuju pada materi Pandji yang menyinggung beberapa pejabat negara yang masih aktif menjabat.
Hal ini memunculkan beragam respons, mulai dari kritik hingga pembelaan terhadap kebebasan berekspresi dalam seni komedi.
“Saya melihat ini sebagai tantangan bagi media konvensional. Di saat sensor semakin ketat, audiens justru haus akan kejujuran (authenticity). Mens Rea viral bukan hanya karena lucu, tapi karena ia menyuarakan apa yang selama ini tertahan di tenggorokan banyak orang. #MensRea,” tulis akun X dengan username @indrayr.
(Salwa Caesy)
Editor : Meitika Candra Lantiva