BANTUL – Film drama komedi keluarga Indonesia yang telah lama dinantikan, Suka Duka Tawa, akhirnya menetapkan jadwal tayang di bioskop.
Film yang disutradarai oleh Aco Tenriyagelli ini siap menghibur penonton mulai 8 Januari 2026.
Film produksi Visinema Pictures di bawah bendera Bion Studios ini sukses mencuri perhatian setelah terpilih menjadi film penutup (closing film) di perhelatan prestisius JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2025.
Meramu Komedi dan Relasi Bapak-Anak yang Menyentuh
Suka Duka Tawa menjadi film panjang debut bagi Aco Tenriyagelli.
Aco mengungkapkan alasannya memilih tema ini: Membuat sesuatu yang fun.
"Aku suka stand up comedy, dan riset hubungan bapak dan anak."
"Anak sulit ngobrol sama orang tua. Semakin dekat dengan orang tua sebagai hal yang membahagiakan dan berharga," kata Aco di JAFF Market, Jogja Expo Center (JEC), Senin (1/12/2025).
"Aco selalu punya cerita yang baru, mampu meramu hubungan bapak-anak sebagai sebuah cerita yang menghibur, apalagi mengambil angle stand up comedy, jadi mau terlibat film ini," ujar Rachel.
Untuk pendalaman peran, Rachel bahkan dilibatkan dalam sesi open mic.
"Cukup susah, harus punya kemampuan menulis, membangun cerita, dan merasakan suasana di atas panggung open mic," tuturnya, yang membuatnya nyaman saat syuting adegan stand up.
Komika populer Bintang Emon mengungkapkan kegembiraannya.
"Sesuatu yang baru buat kita main di film dan menanggung beban drama."
"Kami sepakat dengan Aco yang mengangkat dunia komika."
"Peran saya green flag, jadi mudah memerankan tokoh tersebut. Dialog bukan cuma verbal, juga bisa lewat gerakan," jelas Bintang Emon.
Senada dengan Bintang Emon, Gilang Bhaskara merasa terkesan.
"Aco cukup bagus meng-capture komunitas stand up comedian."
"Aco orang luar komika, membuat film tentang komedi, keren sih," katanya.
Aktris Marissa Anita memuji Aco sebagai film director yang unik. Ditawari sebagai ibu cantik, Marissa memerankan sosok ibu yang sangat protektif terhadap Tawa.
"Dia (Tawa) matahariku. Menganggap anak sebagai matahari."
"Menjadikan Tawa sebagai perempuan mandiri, harus survive, dengan tas yang gede banget, apa-apa ada di dalam tas tersebut," jelas Marissa mengenai karakternya. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin