Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aghniny Haque Buka Suara Soal Karakter Manipulatif di Penerbangan Terakhir, Film Angkat Fenomena Love Bombing

Iwa Ikhwanudin • Senin, 1 Desember 2025 | 03:41 WIB
VMS Studio launching poster film terbaru mereka, Penerbangan Terakhir, dalam rangkaian diskusi di JAFF Market, JEC, Minggu (30/11/2025).
VMS Studio launching poster film terbaru mereka, Penerbangan Terakhir, dalam rangkaian diskusi di JAFF Market, JEC, Minggu (30/11/2025).

BANTUL – Aktris Aghniny Haque membagikan pengalaman terbarunya dalam memerankan karakter Nadia di film thriller yang akan datang, Penerbangan Terakhir.

Di sela peluncuran poster film tersebut di JAFF Market 2025, Minggu (30/11/2025), Aghniny mengakui bahwa peran ini menjadi salah satu karakter paling menantang dalam kariernya.

Penerbangan Terakhir yang diproduksi oleh VMS Studio tidak hanya mengusung ketegangan dari skandal penerbangan terbesar.

Tetapi juga membawa pesan sosial yang kuat mengenai fenomena love bombing yang marak menjebak perempuan di era digital.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 15 Januari 2026.

Karakter Nadia: Bukan Jahat, Tapi Abu-Abu

Aghniny menjelaskan bahwa karakternya, Nadia, kemungkinan akan dinilai jahat oleh penonton.

Namun, ia menekankan agar penonton melihat Nadia sebagai sosok abu-abu yang kompleks.

"Jadi Nadia itu sebenarnya bukan jahat."

"Dia karakter abu-abu yang penuh manipulasi, tetapi perilakunya ada sebabnya."

"Aku ingin penonton bisa melihat lapisan-lapisan itu dan akhirnya berempati,” ujar Aghniny Haque di hadapan media.

Aghniny menambahkan bahwa Nadia adalah produk dari hubungan yang salah dan manipulatif.

Yang mendorongnya menjadi destruktif.

Ia berharap penonton tidak menghakimi Nadia, melainkan memahami latar belakang yang membentuknya.

"Kita yang awalnya baik-baik saja bisa jadi lebih gelap, lebih kacau."

"Nadia itu seperti itu, dia rusak bukan karena dirinya sendiri, tapi karena apa yang dia alami,” tambahnya.

Pesan Waspada Love Bombing dan Sosok Kapten Deva

Produser Tony Ramesh menjelaskan bahwa tema love scamming yang diangkat sangat relevan, merespons banyaknya kasus viral di media sosial.

"Kami ciptakan karakter Kapten Deva dari riset mendalam untuk menunjukkan itu."

"Dari luar green flag tapi ternyata red flag," kata Tony Ramesh.

Penulis skenario, Annastasia Anderson, mengingatkan perempuan muda untuk lebih waspada terhadap pria dengan pola komunikasi manipulatif.

Terutama yang menggunakan taktik love bombing.

"Film Penerbangan Terakhir bisa menjadi pelajaran bagi para wanita agar berhati-hati memilih pasangan."

"Sosok Kapten Deva ini orangnya perfect dan dia parah banget, patut diwaspadai ketika cewek ketemu model cowok seperti ini," pungkas Anastasi, menyoroti bahaya pria yang memuja berlebihan namun berpotensi menyerang.

VMS Studio berharap, perilisan poster resmi dan sesi diskusi di JAFF Market ini dapat mengundang minat penonton untuk ikut 'terbang' dan mengambil pelajaran penting dari kisah yang diangkat film ini. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Aghniny Haque #penerbangan terakhir #Love Bombing