RADAR JOGJA - Film zombie berbalut budaya lokal “Abadi Nan Jaya” sukses meraih posisi 1 Netflix Top Global Film Non English sekaligus masuk pada daftar Top 10 di 75 negara.
Film genre horor ditayangakan melalui platform Netflix sejak 23 Oktober 2025.
Sejak dirilis, Film garapan Kimo Stamboel ini telah ditayangkan sebanyak lebih dari 11 juta kali di seluruh dunia.
Pencapaian tersebut menjadi penanda penting bagi sinema lokal yang selama ini jarang mendominasi pasar global.
Selain alur cerita yang berisikan zombie dengan balutan lokal ramuan jamu keabadian yang menarik perhatian publik.
Lokasi syuting film ini juga banyak menjadi bahan perbincangan publik.
Lokasi utama pengambilan gambar film ini sebagian besar diambil di daerah Yogyakarta selatan, bertempat di Kabupaten Bantul, khususnya kawasan Piyungan yang mencakup Padukuhan Jombor dan Ngijo di Kalurahan Srimulyo.
Fakta Menarik di Balik "Kampung Zombie"
Berikut adalah beberapa fakta menarik yang terungkap mengenai lokasi syuting film yang berhasil menembus Top 10 Global Film Netflix ini:
1. Lokasi Utama: Pedesaan di Bantul, Yogyakarta.
Pemilihan lokasi berada di kelurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, tepatnya di Padukuhan Jombor dan Ngijo.
Sawah hijau yang dikelilingi perbukitan di Padukuhan Jombor menjadi latar utama pengambilan gambar, menghadirkan atmosfer pedesaan Jawa yang mencekam.
2. Polsek Wanirejo adalah Properti Syuting Fiktif.
Bangunan ikonik Polsek Wanirejo yang diceritakan diserang zombie ternyata bukanlah kantor polisi sungguhan.
Lahan yang digunakan untuk properti syuting ini adalah lahan dekat sebuah kandang ternak.
Kini, yang tersisa hanyalah bangunan memanjang seperti gudang di tengah sawah yang digunakan sebagai kandang sapi.
3. Toko Damiri Adalah Toko Nyata yang Masih Beroperasi.
Berbeda dengan Polsek Wanirejo, Toko Damiri yang muncul dalam film adalah toko sesungguhnya dan masih buka hingga saat ini.
4. Keterlibatan dan Kompensasi Warga Lokal.
Proses produksi pada pertengahan 2024 melibatkan warga setempat sebagai figuran zombie, dan tim produksi menyewa lahan warga.
Warga mengaku senang mendapat kompensasi sewa lahan (ada yang mencapai sekitar Rp 1 jutaan) dan kru film dinilai ramah.
Warga juga mendukung desanya digunakan sebagai lokasi syuting.
5. Tantangan Ekstrem Cuaca Panas.
Mengutip dari Antara, para pemain seperti Eva Celia (pemeran Karina), mengungkapkan beratnya proses syuting di Piyungan.
Kondisi di lokasi syuting disebut "ekstrem," dengan cuaca panas yang sangat menantang, terutama bagi para pemeran figuran zombie yang harus banyak bergerak.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, PM 2,5 Tembus 52 Mikrogram per Meter Kubik
Kini, wilayah Bantul tersebut pun ramai diperbincangkan dan berpotensi menjadi destinasi baru bagi penggemar film yang penasaran ingin melihat langsung lokasi di mana kisah zombie lokal ini direkam.
Jika para pembaca juga ingin berkunjung, jarak antara pusat Kota Yogyakarta dan Piyungan sekitar 14 kilometer, yang bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 hingga 40 menit.
Untuk menuju ke sana, kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil.
Alternatifnya, tersedia juga kendaraan umum, salah satunya bus rute Yogyakarta-Wonosari.
Selain itu, kamu bisa memanfaatkan layanan Trans Jogja, misalnya jalur 2B yang terhubung ke Terminal Giwangan sebagai titik transit.
Dari sana, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan transportasi online.
Pilihan lain, kamu bisa langsung memesan transportasi online dari lokasi kamu berada atau menyewa kendaraan untuk menuju kawasan Piyungan. B(Muhtar Dinata)
Editor : Meitika Candra Lantiva