RADAR JOGJA - Cinta Kuya, putri dari mantan anggota DPR RI Uya Kuya, membagikan sebuah unggahan di Instagram berisi kronologi penjarahan rumah keluarganya pada Senin (15/9/2025).
Unggahan yang terdiri dari enam slide tulisan itu, Cinta menuangkan perspektifnya sebagai anak yang berada jauh dari orang tuanya saat insiden terjadi.
Cinta yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri mengutarakan bahwa ia pertama kali mengetahui kabar penjarahan lewat telepon dan media sosial.
Ia mengaku panik, cemas, dan hanya bisa menangis.
“Aku hanya bisa nangis saja. Gimana keadaan keluarga aku? Mama papa aman? Kucing-kucingku?” tulisnya.
Selain membagikan kondisi psikologisnya, Cinta juga menyinggung proses penyelamatan kucing-kucing peliharaan yang disebutnya tidak berjalan mulus.
Ia mengaku sempat sulit berkomunikasi dengan pihak yang melakukan rescue.
Namun, alih-alih mendapat simpati penuh, unggahan tersebut menuai sorotan tajam netizen.
Banyak yang menyoroti tidak adanya satu pun permintaan maaf kepada masyarakat.
“Sepanjang itu tulisan? Tidak terselip kata MAAF,” komentar salah satu pengguna Instagram.
Tak hanya isi, cara penulisan Cinta juga disorot.
Netizen ramai-ramai menyinggung adanya kesalahan pengetikan dan pemakaian istilah yang dianggap rancu.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Tandai Kembalinya ke Liga Champions dengan Kemenangan atas Villarreal
“I think you need a ghost writer, jelek banget tulisannya,” komentar akun lain.
Di platform X, unggahan tersebut ikut jadi bahan pembicaraan.
Salah satu komentar yang ramai mendapat ribuan likes hanya menulis singkat.
“Aku binggung,” tulis warganet menyoroti typo dalam unggahan Cinta.
Komentar lain bahkan memberikan list kata-kata yang salah tulis maupun salah penempatan.
“Cinta, your guru bahasa indo would need therapy just to recover from the trauma of reading ‘binggung,” tulis komentar lain di X.
Cinta Kuya sendiri diketahui sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Kondisi ini membuatnya tidak berada di lokasi saat insiden penjarahan berlangsung.
Sehingga semua yang ia tulis hanyalah dari sudut pandangnya.
Situasi itulah yang kemudian menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.
Sebagian memahami tekanan mental yang Cinta alami, namun tak sedikit pula yang menilai bahwa ia seharusnya tetap bisa menyampaikan empati dan permintaan maaf di tengah huru-hara yang terjadi. (Maulina)
Editor : Meitika Candra Lantiva