RADAR JOGJA – Nama Harum Manis belakangan makin sering terdengar di telinga penikmat musik indie.
Duo asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini sukses mencuri perhatian lewat karya-karyanya yang sederhana, tapi justru kuat di rasa.
Band ini beranggotakan Sulthon Kamil (vokal, gitar, piano) dan Adib Arkan (bass).
Sejak terbentuk pada 2013, Harum Manis konsisten membangun karakter musiknya sendiri.
Bukan sekadar pop biasa, mereka membawa nuansa baroque pop—perpaduan pop dengan sentuhan klasik dan aransemen minimalis.
Awal 2024, Harum Manis merilis album perdana bertajuk Hentikan Pernikahan Ini. Album ini langsung mendapat sambutan hangat.
Beberapa nomor seperti Tubuh Yang Padam Tersulut, Bangkit Usai Pesta, hingga Gelandang ramai diputar di berbagai platform digital, bahkan viral di TikTok.
Lirik-lirik mereka sering digambarkan melankolis sekaligus puitis.
Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari cinta, luka, sampai sudut pandang yang jarang disuarakan di musik pop arus utama.
“Kami ingin lagu-lagu kami jujur, tanpa banyak lapisan. Apa adanya saja,” kata Sulthon dalam sebuah wawancara.
Meski tengah jadi sorotan karena isu di luar musik, kiprah Harum Manis tetap diperhitungkan di kancah indie.
Dengan karya yang khas dan keberanian membawa warna berbeda, duo ini berpotensi semakin besar di masa mendatang. (Bima Samudra)
Editor : Meitika Candra Lantiva