MUNGKID - Fenomena dangdut jadul kembali digandrungi penikmat musik Tanah Air dari berbagai kalangan. Baik dewasa, anak muda, bahkan anak-anak.
Potensi itu dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Magelang untuk membuat sebuah komunitas musik dangdut jadul.
Dangdut jadul yang pernah dianggap usang, kini menemukan tempatnya kembali. Hadirnya Orkes Melayu (OM) Lorenza membuat inspirasi banyak orang untuk membuat grup atau komunitas serupa.
Sebab lagu yang dibawa menawarkan hiburan yang otentik dan sarat makna. Termasuk lagu-lagu di era 1970-1980-an.
Penampilannya menginspirasi masyarakat Kabupaten Magelang untuk membuat grup musik serupa.
Grup itu diberi nama OM Janema yang digagas oleh komunitas Sedulur Dangdut Klasik Muntilan Magelang (SDKM).
Sama halnya dengan OM Lorenza, mereka mengemas penampilannya secara sederhana dan cenderung apa adanya.
Bahkan, personel grup maupun penontonnya mengenakan pakaian "tempo doeloe". Hal itu membuktikan bahwa penikmat musik memiliki satu kerinduan terhadap suasana hiburan era tempo dulu yang mengedepakan kesederhanaan dalam penampilan dan performanya.
Salah satu penggagas Komunitas SDKM Ichan Firdaus mengutarakan, komunitasnya dibentuk dari sebuah obrolan malam teman tongkrongannya.
Mereka ingin menghadirkan OM Lorenza asal Sukoharjo untuk tampil di Muntilan. Dengan begitu, dangdut jadul di Muntilan tetap eksis.
Namun dengan berbagai pertimbangan, gagasan itu justru melahirkan pemikiran untuk membentuk komunitas penggemar dangdut klasik.
Lantas, mereka memberanikan diri untuk mengajak beberapa musisi-musisi lokal Muntilan dan sekitarnya untuk bergabung di SDKM.
"Hingga lahirlah sebuah grup dangdut klasikan yang diberi nama OM Janema Indonesia yang beranggotan para musisi lokal Muntilan dan sekitarnya," lontarnya Senin (5/5/2025).
Kemudian, mereka mengadakan kegiatan perdana yang diberi nama Ngumpul Bareng SDKM pada Selasa (25/2/2025).
Kegiatan itu sekaligus mengawali debut OM Janema di hadapan para penikmat musik klasik. Bahkan penampilannya cukup memukau sekitar 1.000 orang yang hadir.
Untuk melengkapi suasana sekaligus genre musik yang dimainkan, para penonton turut mengenakan pakaian jadul.
Hal itu menjadi penyemangat bagi pemain OM Janema agar terus meningkatkan kualitas penampilannya.
Sejak saat itu, OM Janema semakin dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Magelang.
Salah satu faktornya karena peran dari media sosial yang cukup dahsyat. Tak ayal, banyak tawaran pementasan OM Janema setelah Ramadan. Bahkan, tawaran itu tidak hanya datang dari Magelang saja, tapi juga luar daerah.
Ichan berharap, OM Janema dapat memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Magelang. Sekaligus dinantikan penampilannya.
"Harapannya dangdut jadul tetap eksis dan bisa diterima oleh masyarakat," ujarnya. (laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita